Berita

Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto (kanan baju merah). Adian Napitupulu (tengah baju putih). (Dok. pribadi)

Politik

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

JUMAT, 08 MEI 2026 | 09:31 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi V DPR RI menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan hukum bagi pengemudi ojek online (ojol) melalui revisi Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Melalui revisi tersebut, DPR ingin memastikan profesi mitra pengemudi memiliki payung hukum yang jelas sekaligus berpihak pada peningkatan kesejahteraan para driver ojol.

Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, mengatakan pengaturan mengenai ojek online sudah saatnya dimasukkan ke dalam undang-undang dan tidak lagi hanya bergantung pada regulasi tingkat kementerian yang sifatnya dinamis.


“Kami berpikir akan lebih baik jika persoalan ini masuk ke dalam undang-undang sebagai payung hukum yang melindungi driver. Intinya, Komisi V tidak bergeser sedikit pun untuk mengawal kesejahteraan ojol,” ujar Sofwan kepada wartawan, Jumat (8/5/2026).

Menurut Sofwan, terdapat sejumlah poin penting dalam revisi UU LLAJ yang menjadi perhatian DPR guna meningkatkan standar hidup dan keamanan kerja para mitra pengemudi.

Salah satunya terkait jaminan asuransi kendaraan bagi driver ojol untuk membantu meringankan beban biaya ketika terjadi kecelakaan maupun kerusakan kendaraan saat bekerja.

Selain itu, DPR juga mendorong perusahaan aplikator agar memberikan ruang seluas-luasnya bagi para mitra pengemudi untuk membentuk serikat pekerja tanpa hambatan maupun pembatasan.

Sementara itu, inisiator gerakan tolak komisi 20 persen, Adian Napitupulu, menyoroti rencana implementasi Perpres Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur batas atas potongan aplikator sebesar 8 persen sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Potongan delapan persen adalah mutlak. Jangan ada lagi embel-embel biaya yang dibebankan kembali kepada mitra aplikator (driver),” tegas Adian.

Adian juga menilai negara tidak perlu menjadi pemain baru dalam bisnis aplikasi transportasi online, termasuk jika melalui Danantara berencana membeli saham perusahaan aplikator.

“Negara tidak perlu menjadi pemain baru karena ada banyak sekali aplikasi lain. Kalau negara membeli GoTo misalnya, hendaknya juga ingin membeli saham aplikator lainnya yang ada di seluruh daerah,” kata Sekjen Pena 98 tersebut.

Lebih lanjut, Adian meminta perusahaan aplikator menghitung ulang komponen 5 persen untuk kesejahteraan driver yang tercantum dalam KP 101 agar dikembalikan kepada para pengemudi.

“Itu adalah uang driver yang dipegang aplikator untuk kesejahteraan,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya