Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Emas dan Perak Menguat, Investor Pantau Konflik Timur Tengah dan Data Fed

JUMAT, 08 MEI 2026 | 07:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Apresiasi pasar terhadap prospek perdamaian Amerika-Iran mendorong penguatan harga emas. 

Optimisme bahwa redanya konflik dapat menekan inflasi serta membuka jalan bagi penurunan suku bunga jangka panjang menjadi motor utama pergerakan ini. 

Dikutip dari Reuters, emas spot terpantau naik 0,3 persen ke level 4.700,98 Dolar AS per ons, sementara emas berjangka AS kontrak Juni melonjak 0,4 persen hingga parkir di posisi 4.710,90 Dolar AS per ons.


Analis RJO Futures, Bob Haberkorn, memproyeksikan harga emas mampu melesat hingga 5.000 Dolar AS per ons jika gencatan senjata bertahan dan jalur perdagangan Selat Hormuz tetap stabil. 

Meski demikian, laju kenaikan sempat tertahan setelah muncul laporan dari media pemerintah Iran bahwa mereka menolak rencana pembukaan kembali Selat Hormuz yang dianggap tidak realistis. 

Pernyataan ini sempat memicu rebound harga minyak yang berisiko memperpanjang periode suku bunga tinggi guna meredam inflasi energi.

Namun, prospek jangka panjang logam mulia tetap dinilai positif. TD Securities memprediksi emas bisa menembus 5.200 Dolar AS per ons apabila konflik mereda dan Federal Reserve beralih fokus pada dukungan lapangan kerja serta pelemahan Dolar. 

Di sisi lain, permintaan fisik tetap kuat dengan langkah bank sentral China yang menambah cadangan emas selama 18 bulan berturut-turut hingga April.

Sementara pasar menanti data tenaga kerja AS, pergerakan logam mulia lainnya menunjukkan hasil beragam. 

Perak spot melonjak signifikan sebesar 2,6 persen ke 79,32 Dolar AS per ons. Sebaliknya, kelompok logam industri justru melemah, dengan platinum yang merosot 1,2 persen ke level 2.036,28 Dolar AS dan paladium anjlok 2,5 persen menuju 1.498,86 Dolar AS per ons.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya