Berita

Pertamina dan Badan Gizi Nasional (BGN) bekerja sama memanfaatkan minyak jelantah untuk energi rendah karbon. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Pertamina dan BGN Bersinergi Ubah Minyak Jelantah jadi Bahan Bakar Pesawat

KAMIS, 07 MEI 2026 | 22:42 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Pertamina (Persero) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meneken Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis dalam pengembangan ekosistem energi berkelanjutan berbasis limbah domestik.

Melalui sinergi ini, minyak jelantah dari puluhan ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia akan dikumpulkan lalu diolah menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan alias Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Sinergi hulu-hilir ini ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri bersama Kepala BGN Dadan Hindayana dan disaksikan Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan alias Iwan Bule dan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra di Grha Pertamina, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.


Kepala BGN, Dadan Hindayana mengungkapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program sosial terbesar di dunia yang melayani sekitar 61,99 juta penerima manfaat.

“Program ini bukan hanya soal makan bergizi gratis, tetapi merupakan investasi besar untuk masa depan bangsa, membangun generasi unggul, memperkuat ekonomi rakyat, dan menciptakan Indonesia yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera,” tegas Dadan.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri menyatakan sinergi Pertamina dan BGN bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan pertemuan dua mandat strategis bangsa, yakni pangan dan energi.

“Sebagaimana tertuang dalam Misi ke-2 Asta Cita, kita didorong untuk membangun kemandirian di sektor pangan dan energi secara simultan. Hari ini kita melihat bagaimana dua sektor tersebut saling menguatkan dalam satu ekosistem yang terintegrasi,” ujar Simon.

Pengumpulan minyak jelantah dari ribuan dapur program makan bergizi gratis ini membalikkan masalah lingkungan menjadi solusi ekonomi.

“Hari ini kita ubah perspektif itu. Kita jadikan limbah sebagai sumber daya. Kita jadikan masalah sebagai solusi. Inilah esensi dari circular economy dan di sinilah peran Pertamina menjadi penting,” imbuh Simon.

Secara teknis, implementasi program ini akan dijalankan Pertamina Patra Niaga melalui mesin pengumpulan digital bernama UCollect. Jelantah yang terkumpul akan langsung dikirim menjadi bahan baku produksi SAF, Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), dan biogasoline.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menyebut jelantah merupakan bahan baku paling efisien untuk memproduksi bahan bakar hijau karena memiliki profil emisi yang sangat rendah. Langkah ini sekaligus menjadi kepatuhan Pertamina terhadap standar dekarbonisasi global.

“Melalui penahapan yang terukur, Pertamina menargetkan pencampuran SAF mulai dari 1 persen hingga 5 persen pada tahun 2030, sesuai amanat Pemerintah melalui Kepmen ESDM No. 113/2026,” pungkas Agung.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya