Berita

Alun-alun Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Nusantara

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

KAMIS, 07 MEI 2026 | 21:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur diminta serius mendalami dugaan praktik jual beli jabatan yang dinilai telah mencederai prinsip meritokrasi dalam birokrasi.

Hal tersebut disuarakan Aliansi Pemuda dan Masyarakat Cinta Indonesia (APMCI) dalam aksi demonstrasi yang digelar di depan Pendopo Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Presidium APMCI, Muhamad Ali Akbar, menyatakan bahwa dugaan jual beli jabatan bukan sekadar masalah administratif, melainkan ancaman serius bagi integritas pelayanan publik di Cianjur. 


Ia mengkhawatirkan birokrasi yang terbentuk dari hasil transaksi akan lebih tunduk pada kepentingan modal dan politik, daripada kepentingan masyarakat luas.

"Jika jabatan diperoleh karena transaksi, bukan karena kapasitas atau kompetensi, maka yang lahir adalah birokrasi yang rapuh," tegas Ali Akbar dalam keterangan tertulis, Kamis 7 Mei 2026.

?Selain menyoroti isu birokrasi, APMCI juga mengkritik kebijakan pemerintah daerah terkait penghapusan sekitar 120 ribu peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). 

Kebijakan ini dianggap membahayakan status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas Kabupaten Cianjur dan memicu kekhawatiran akses kesehatan bagi masyarakat miskin.

Menurutnya, ketika ribuan warga miskin terancam kehilangan akses kesehatan, pemerintah daerah justru terkesan sibuk dengan isu mutasi dan dugaan transaksi jabatan.

"Ini adalah ironi birokrasi yang memprihatinkan," demikian Ali.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya