Berita

PM Israel, Benjamin Netanyahu (Foto: AFP)

Dunia

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

KAMIS, 07 MEI 2026 | 14:11 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Israel dilaporkan menggelontorkan anggaran fantastis sebesar 730 juta dolar AS atau sekitar Rp126 triliun untuk memperkuat mesin propaganda internasionalnya di tengah merosotnya citra akibat perang Gaza dan ketegangan di Timur Tengah. 

Mengutip laporan The Jerusalem Post, Kamis, 7 April 2026, anggaran diplomasi publik Israel yang dikenal dengan istilah hasbara melonjak lebih dari empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 150 juta dolar AS. 

Bahkan, angka itu disebut hampir 20 kali lebih besar dibanding anggaran propaganda Israel sebelum 2023.


Dana jumbo tersebut dimasukkan ke dalam anggaran nasional Israel yang disahkan pada Maret lalu dan akan dikelola melalui direktorat diplomasi publik nasional yang bertugas membentuk opini publik internasional serta memperkuat narasi Israel di berbagai platform media global.

Langkah itu diambil ketika tekanan internasional terhadap Israel terus meningkat. Sejumlah organisasi HAM dan kelompok pengkritik mulai menempatkan Israel sebagai negara paria akibat operasi militernya di Gaza yang memicu korban sipil besar dan kehancuran masif.

Survei terbaru Pew Research Center pada April menunjukkan 60 persen warga dewasa di Amerika Serikat kini memandang Israel secara negatif. 

Angka tersebut naik dari 53 persen tahun lalu dan hampir 20 poin lebih tinggi dibanding 2022. Hanya 37 persen responden yang masih memiliki pandangan positif terhadap Israel.

“80 persen Demokrat dan independen yang condong ke Demokrat kini memandang Israel secara tidak menguntungkan,” tulis laporan itu. 

Survei Gallup pada Februari juga memperlihatkan perubahan tajam opini publik Amerika, di mana 41 persen responden lebih bersimpati kepada Palestina dibanding 36 persen yang berpihak kepada Israel.

Di tengah krisis citra tersebut, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar disebut memperluas operasi kampanye global dengan membentuk unit khusus pembentuk narasi internasional. 

Israel juga dilaporkan mengucurkan dana besar untuk kampanye digital, jaringan influencer, delegasi asing, hingga “media war room” yang memantau ribuan pemberitaan tentang Israel setiap hari.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya