Berita

Foto: Para creator berkumpul dalam ajang penghargaan CapCut Gala 2026 (Foto: Istimewa)

Bisnis

Ekonomi Kreatif Indonesia: Perkuat Pilar PDB Melalui Ekosistem Kreator Digital

KAMIS, 07 MEI 2026 | 10:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sektor ekonomi kreatif kini tidak lagi dipandang sebagai sekadar hobi, melainkan telah menjelma menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang krusial bagi Indonesia.

Pada 2025, sektor ini terbukti mampu menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja, atau setara dengan 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pun melampaui Rp1.600 triliun. 

Dalam konteks ini, ekosistem digital—terutama subsektor konten digital, video, dan animasi—memainkan peran strategis dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong ekspansi ekonomi nasional.


Pertumbuhan tersebut tidak lepas dari semakin luasnya akses masyarakat terhadap teknologi produksi konten. Platform seperti CapCut, misalnya, menghadirkan solusi penyuntingan video terpadu yang memungkinkan para pelaku industri kreatif menghasilkan konten berkualitas tinggi dengan lebih cepat dan efisien.

Melalui ketersediaan templat siap pakai serta fitur berbasis kecerdasan buatan (AI), seperti text-to-image, teknologi ini membuka peluang bagi siapa saja untuk berkarya tanpa harus memiliki keahlian teknis yang kompleks. 

Transformasi digital ini pada akhirnya melahirkan jalur karier baru yang menjanjikan, baik bagi kreator individu, agensi, maupun desainer.

Lebih dari sekadar mempermudah proses produksi, inovasi teknologi juga membuka peluang monetisasi dan kolaborasi lintas batas. Hal ini semakin memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai sektor yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi para pelaku industri, ajang CapCut Gala 2026 baru-baru ini memberikan penghargaan kepada 21 kreator terbaik yang konsisten menghadirkan konten inovatif.

Dampak nyata dari perkembangan ini terlihat pada pergeseran pilihan profesi. Akses terhadap teknologi yang semakin mumpuni memungkinkan pelaku kreatif dari berbagai daerah bertransformasi menjadi kreator penuh waktu, bahkan menjangkau pasar regional hingga Asia Tenggara.

Salah satu contohnya adalah Kesi Ismayani, kreator asal Bogor sekaligus peraih penghargaan Top Creator CapCut 2026. Ia membagikan pengalamannya selama menekuni dunia kreatif.

“Selama dua tahun terakhir, saya aktif merilis berbagai templat video CapCut dengan gaya sinematik dan kutipan (quotes). Ternyata, templat saya sangat populer dan banyak digunakan oleh pengguna,” ujarnya dikutip dari siaran pers Capcut, Kamis 7 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa akses terhadap program kreator telah memberinya keberanian untuk beralih menjadi kreator penuh waktu. 

“Saya berharap pengalaman ini dapat menginspirasi kreator lokal lainnya untuk terus membuka peluang baru,” tuturnya.

Senada dengan itu, Abu Laist, peraih penghargaan Best Template Production, menyoroti bagaimana teknologi mampu menghapus batasan geografis.

“Meskipun berdomisili di Lampung, saya tetap bisa berkarya tanpa hambatan lokasi. Bahkan, karya saya digunakan oleh pengguna di berbagai negara Asia Tenggara,” jelasnya.

Dengan integrasi antara kreativitas manusia dan dukungan teknologi digital, ekosistem kreatif Indonesia diproyeksikan akan terus berkembang. Ke depan, sektor ini diharapkan semakin kokoh sebagai pilar ekonomi yang berkelanjutan, transparan, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya