Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 8 Persen Saat AS-Iran Mau Damai

KAMIS, 07 MEI 2026 | 10:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia anjlok tajam setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan damai awal. 

Harapan meredanya konflik di Timur Tengah membuat pasar mulai memperkirakan pasokan minyak global bisa kembali lancar, terutama melalui Selat Hormuz yang selama ini terganggu akibat perang.

Dikutip dari Reuters, Kamis 7 Mei 2026, harga minyak mentah Brent turun 8,60 Dolar AS atau 7,83 persen ke level 101,27 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 7,19 Dolar AS atau 7,03 persen menjadi 95,08 Dolar AS per barel.


Penurunan harga terjadi setelah muncul laporan bahwa Washington dan Teheran hampir menyepakati nota kesepahaman awal. Pakistan disebut menjadi mediator dalam pembicaraan tersebut. Pemerintah Iran juga mengonfirmasi sedang meninjau proposal terbaru dari AS dan akan segera memberikan tanggapan melalui Pakistan.

Media AS, Axios, melaporkan bahwa pemerintah AS menunggu jawaban Iran terhadap sejumlah poin penting dalam waktu 48 jam ke depan. Seorang sumber menyebut situasi ini menjadi titik terdekat kedua negara menuju kesepakatan sejak perang pecah.

“Ada peningkatan keyakinan bahwa peluang Selat Hormuz dibuka kembali lebih besar,” kata analis senior Price Futures Group, Phil Flynn.

Selama perang berlangsung sejak Februari, gangguan pelayaran di Selat Hormuz membuat pasokan minyak global terganggu dan mendorong lonjakan harga energi dunia. Brent bahkan sempat mencapai level tertinggi sejak Maret 2022 pada pekan lalu.

Kepala analis minyak Rystad Energy, Paola Rodriguez-Masiu, mengatakan bahkan kemungkinan tercapainya kesepakatan saja sudah cukup untuk menekan harga minyak. Namun ia mengingatkan pemulihan arus pasokan global tidak akan terjadi secara instan karena pasar pelayaran membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan minggu untuk kembali normal.

Sementara itu, data Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika kembali turun pekan lalu sebesar 2,3 juta barel menjadi 457,2 juta barel. Penurunan stok ini menunjukkan banyak negara masih berupaya menutup kekurangan pasokan akibat konflik Timur Tengah.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya