Berita

Kecelakaan maut melibatkan bus ALS dan truk tangki pengangkut BBM di Jalan Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. (Foto: BPBD Muratara)

Nusantara

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

KAMIS, 07 MEI 2026 | 01:31 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Jeritan dan kobaran api masih membekas di ingatan tiga penumpang yang selamat dari kecelakaan tragis Bus ALS jurusan Kabupaten Pati, Jawa Tengah menuju Kota Medan.

Peristiwa nahas itu terjadi setelah bus ALS dan mobil tangki minyak tabrakan di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu 6 Mei 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.

Di tengah kepanikan dan asap tebal yang menyelimuti kendaraan, mereka berpacu dengan waktu, melompat keluar dari jendela sesaat sebelum bus dilalap api.


Tiga korban selamat tersebut yakni Ngadiono Bin Wage (44) dan istrinya Jumiatun Binti Surip (34), warga Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, serta M Tahrul Hubaidi (31), warga Tegal, Kabupaten Pati.

Meski berhasil lolos dari maut, ketiganya mengalami luka bakar serius. Ngadiono menderita luka bakar di bagian wajah dan tangan, sementara sang istri bersama M Tahrul Hubaidi harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU (Intensive Care Unit) akibat kondisi kritis.

Di balik peristiwa nahas itu, tersimpan firasat buruk yang sempat dirasakan Ngadiono sebelum keberangkatan. 

Dengan suara bergetar dan air mata yang tak terbendung, ia mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya sudah merasa tidak nyaman melihat kondisi bus yang dinilai tidak layak jalan.

“Dari awal kami sudah punya firasat tidak baik. Kondisi mobilnya sudah tidak layak, tapi kami terpaksa berangkat karena tiket tidak bisa dibatalkan,” kata Ngadiono lirih dikutip dari RMOLSumsel, Kamis 7 Mei 2026.

Keterbatasan biaya membuat ia dan istrinya tak punya pilihan lain. Tiket yang sudah dibeli tak bisa dikembalikan, sementara uang untuk membeli tiket baru sudah tidak ada.

Sepanjang perjalanan, kekhawatiran itu kian menjadi nyata. Bus yang mereka tumpangi beberapa kali mengalami gangguan. Radiator sempat kering, bahkan oli kendaraan terlihat berceceran.

Hingga akhirnya, detik-detik mengerikan itu datang tanpa peringatan.

“Saya dengar benturan keras, lalu api langsung membesar. Dalam hitungan detik, bus sudah terbakar,” kisah Ngadiono.

Di tengah kepanikan, Ngadiono dan istrinya berusaha menyelamatkan diri dengan memanjat dan keluar melalui jendela. Tak lama kemudian, satu penumpang lain berhasil menyusul keluar.

Namun, tidak semua memiliki kesempatan yang sama.

Setelah berhasil keluar, mereka hanya bisa menyaksikan kobaran api yang semakin membesar, disertai suara ledakan dari dalam bus. 

Jeritan penumpang lain perlahan hilang, tergantikan oleh suara api yang melahap seluruh badan kendaraan.

“Kami hanya bisa melihat penumpang lain terbakar di dalam. Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ucap Ngadiono menahan tangis.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya