Berita

Peneliti ICW, Yassar Aulia di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Mei 2026.. (Foto: RMOL/Jamaludin Akmal)

Politik

ICW Sentil Dinasti Politik Kaltim: Kepala Daerah Makin Jauh dari Rakyat

RABU, 06 MEI 2026 | 19:21 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti keras dugaan praktik dinasti politik dan kebijakan anggaran fantastis di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) yang belakangan menuai sorotan publik.

Peneliti ICW, Yassar Aulia mengatakan, fenomena yang terjadi di bawah kepemimpinan Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud menjadi gambaran bagaimana banyak kepala daerah saat ini semakin kehilangan keterikatan dengan kepentingan rakyat.

"Ini merupakan potret yang sayangnya menjadi gambaran umum bagaimana kepala daerah di Indonesia, baik bupati maupun gubernur, seringkali justru jauh dari tali mandat dengan rakyat," kata Yassar kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Mei 2026.


Menurut dia, kontroversi pengadaan mobil dinas mewah hingga renovasi fasilitas dengan anggaran besar di Kaltim menunjukkan adanya persoalan serius dalam orientasi penggunaan anggaran daerah.

"Bahkan juga kesan kebijakan anggaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan, dan juga pola kehidupan yang rasanya tidak selaras dengan kerja-kerja pelayanan," tegas Yassar.

ICW menilai persoalan tersebut bukan sekadar lemahnya pengawasan internal pemerintah daerah melalui inspektorat, tetapi juga merupakan dampak dari pragmatisme politik dalam Pilkada.

"Di Pilkada 2024 kemarin, para partai yang mengusung kepala daerah ini justru cenderung mendorong pragmatisme politik. Jadi mencoba mencari kader-kader dengan cara yang standar, yang berujung pada mereka ketika menjalankan kekuasaan di posisi pemerintahan, tidak merasa dekat dengan publik," jelasnya.

Lebih jauh, Yassar menyoroti indikasi dinasti politik yang disebut masih kuat di Kaltim. Berdasarkan pemantauan ICW pada Pilkada 2024, daerah-daerah kaya sumber daya alam cenderung memiliki relasi politik berbasis keluarga.

"Banyak daerah-daerah yang kaya akan sumber daya alam itu terindikasi kepala daerah yang memiliki relasi dinasti politik, baik itu di DPRD, baik itu di pemerintahan juga, maupun di anggota keluarganya yang pernah menjabat di posisi yang sama," terangnya.

Ia menilai praktik tersebut dibiarkan tumbuh karena belum adanya aturan hukum yang secara tegas melarang politik dinasti, meski berpotensi memicu konflik kepentingan.

"Tentu ini berawal dari tidak adanya hukum positif kita yang melarang praktik-praktik semacam ini, yang sebenarnya juga memantik konflik kepentingan. Tapi ini dibiarkan begitu saja oleh para partai dan juga pihak-pihak yang mengusung kepala daerah ini," jelasnya lagi.

Yassar juga menanggapi langkah DPRD Kaltim yang mulai menggulirkan hak angket terhadap sejumlah polemik kebijakan daerah. Menurut dia, respons cepat legislatif itu merupakan hal langka di tengah lemahnya fungsi pengawasan DPRD di banyak daerah.

"Ini sudah sejalan dengan aspirasi publik, tapi memang harus dicatat bahwa ini praktik yang langka sebetulnya, ada respons yang cukup cepat dari institusi legislatif yang memang seharusnya berperan sebagai checks and balances dari eksekutif itu sendiri," ungkap dia.

ICW pun mengingatkan seluruh dugaan penyalahgunaan kewenangan maupun indikasi korupsi di daerah harus ditindaklanjuti aparat penegak hukum (APH) agar tidak berhenti menjadi spekulasi publik.

"Tentu segala indikasi adanya penyelewengan, penyalahgunaan kekuasaan, dan juga indikasi praktik korupsi memang harus selalu ditindaklanjuti oleh KPK supaya menjadi terang dan tidak menjadi spekulasi," pungkas Yassar.


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya