Berita

Akram ‘Abbas al-Kabi (Foto: Kurdistan News)

Global

AS Pasang Hadiah Rp173 Miliar Demi Buru Bos Milisi Iran di Irak

RABU, 06 MEI 2026 | 15:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap jaringan milisi yang bersekutu dengan Iran dengan menawarkan hadiah sebesar 10 juta dolar AS atau sekitar Rp173 miliar bagi siapa pun yang memberikan informasi mengenai Akram ‘Abbas al-Kabi, tokoh utama kelompok Harakat al-Nujaba (HAN) di Irak.

Mengutip laporan Middle East Monitor, Rabu, 6 Mei 2026, pengumuman itu disampaikan melalui program Rewards for Justice milik Departemen Luar Negeri AS.

"Akram ‘Abbas al-Kabi adalah pendiri dan pemimpin Harakat al-Nujaba (HAN), sebuah kelompok milisi teroris yang bersekutu dengan Iran di Irak," demikian isi pengumuman tersebut. 


Departemen Luar Negeri AS menuduh HAN terlibat langsung dalam serangan terhadap fasilitas diplomatik dan pangkalan militer Amerika di Irak maupun Suriah. 

“Anggota HAN telah menyerang fasilitas diplomatik AS di Irak serta pangkalan militer AS di Irak dan Suriah, menewaskan seorang kontraktor AS dan melukai anggota militer AS," tambahnya. 

Al-Kabi dan organisasinya sebelumnya telah ditetapkan sebagai Specially Designated Global Terrorists sejak 2019. 

Penetapan itu menjadi bagian dari kebijakan Washington dalam menekan kelompok-kelompok bersenjata yang dinilai memiliki hubungan erat dengan Iran dan dianggap mengancam kepentingan strategis AS di Timur Tengah.

Langkah terbaru ini muncul setelah Departemen Keuangan AS pada pertengahan April menjatuhkan sanksi kepada tujuh komandan dari sejumlah kelompok, termasuk Kata’ib Hizballah dan Asa’ib Ahl Al-Haqq, yang juga dikaitkan dengan poros milisi pro-Teheran.

Dalam dokumen Departemen Luar Negeri AS pada September lalu, HAN disebut secara terbuka menyatakan kesetiaannya kepada Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei. 

Washington juga menuduh Teheran mendukung kelompok tersebut baik secara militer maupun logistik.

AS lebih jauh menyoroti bahwa HAN memiliki kedekatan dengan mantan komandan Pasukan Quds IRGC Qasem Soleimani serta mantan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah.

Populer

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Pernah Puji LSP Kapolri Terbaik, Habiburokhman Ungkap Istilah ‘Perkalian Nol’

Minggu, 08 November 2026 | 04:30

Penahanan LSP Jadi Pukulan Berat bagi Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 04:18

Pengamat Puji Ketenangan Jokowi saat Tunjukkan Ijazah di Persidangan

Minggu, 08 November 2026 | 04:00

Ziarah ke Makam Bung Karno, Sekjen PDIP: Kekuasaan itu untuk Rakyat

Minggu, 08 November 2026 | 03:32

Penyadapan Prabowo Mustahil Bukan untuk Tujuan Makar

Minggu, 08 November 2026 | 03:19

Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Sarana Tinju di Kampung Melayu

Minggu, 08 November 2026 | 03:00

Wapres Gibran Tidak Lagi Memiliki Legitimasi sebagai Pemimpin

Minggu, 08 November 2026 | 02:32

Ada Aroma Kuat Makar di Balik Penyadapan terhadap Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 02:22

Kasus Ijazah Jokowi Mirip Pembunuhan Brigadir Yosua

Minggu, 08 November 2026 | 02:04

Wapres Gibran Wajib Menghormati Putusan MA

Minggu, 08 November 2026 | 01:43

Selengkapnya