Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Gejolak Pasar Mereda, Harga Minyak Dunia Turun

RABU, 06 MEI 2026 | 09:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia turun tajam sekitar 4 persen seiring meredanya kekhawatiran pasar setelah dua kapal berhasil melintasi Selat Hormuz dan Amerika Serikat (AS) menyatakan gencatan senjata dengan Iran masih bertahan, meski situasi tetap rapuh.

Dikutip dari Reuters, Rabu 6 Mei 2026, harga minyak Brent turun sebesar 4,57 Dolar AS menjadi 109,87 Dolar AS per barel, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) melemah 4,15 Dolar AS ke level 102,27 Dolar AS per barel.

Analis menilai pelemahan harga dipicu kombinasi sentimen positif dari perkembangan geopolitik dan aksi ambil untung setelah reli tajam. 


Dalam catatannya, firma energi Ritterbusch and Associates menyebut bahwa optimisme dari pemerintahan Donald Trump terkait keberlanjutan gencatan senjata dengan Iran turut menekan harga. Namun, mereka menegaskan penurunan ini juga merupakan koreksi teknikal setelah kenaikan kuat dalam sepekan terakhir.

Di sisi lain, ketegangan belum sepenuhnya mereda. Uni Emirat Arab (UEA) mengklaim mendapat serangan rudal dan drone dari Iran, meskipun Teheran membantah tuduhan tersebut. Pemerintah AS tetap bersikeras bahwa kesepakatan gencatan senjata masih berlaku, bahkan Menteri Pertahanan AS menyatakan jalur pelayaran di Selat Hormuz mulai diamankan.

Di panggung internasional, Dewan Keamanan PBB mulai membahas kemungkinan resolusi baru terhadap Iran. Rancangan tersebut berpotensi membuka jalan bagi sanksi tambahan, bahkan penggunaan kekuatan militer jika ancaman terhadap pelayaran tidak dihentikan.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump melontarkan pernyataan keras dengan menyebut kemampuan militer Iran telah melemah dan mendesak Teheran untuk menyerah. Ia juga mengklaim Iran sebenarnya ingin mencapai kesepakatan secara diam-diam.

Dari sisi fundamental pasar, pelaku pasar kini menunggu data persediaan minyak AS. Analis memperkirakan terjadi penarikan cadangan sebesar 3,3 juta barel pada pekan lalu. Jika angka ini terealisasi, maka akan menjadi penurunan dua pekan berturut-turut sejak Januari, yang bisa memberi arah baru bagi pergerakan harga minyak ke depan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Tim Hukum Febrie Curiga Ada Nama Pejabat Kejagung Dicatut terkait Duit Rp40 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 04:16

Merawat Aceh, Memprioritaskan Kepentingan Rakyat

Rabu, 09 September 2026 | 04:04

Polda Banten-Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Rabu, 09 September 2026 | 03:32

Bahaya Abu Vulkanik bagi Penerbangan: Ancaman Tak Kasat Mata yang Mematikan

Rabu, 09 September 2026 | 03:22

PDIP Tafsirkan Pidato AHY: Bisa Jadi Pesan untuk Presiden Menuju 2029

Rabu, 09 September 2026 | 03:09

Wow! Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp10,25 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 02:52

Sekolah Tatap Muka di Lampung Batal Gegara Anak Krakatau Kembali Erupsi

Rabu, 09 September 2026 | 02:14

Survei Digdaya: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 56,3 Persen

Rabu, 09 September 2026 | 02:01

Pencarian 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda Terkendala Arus Kencang

Rabu, 09 September 2026 | 01:34

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Selengkapnya