Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

SELASA, 05 MEI 2026 | 11:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali melonjak tajam hingga hampir 6 persen seiring memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Dikutip dari Reuters, Selasa 5 Mei 2026, pada penutupan Senin, harga minyak mentah Brent naik sekitar 5,8 persen menjadi 114,44 Dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) dari Amerika Serikat menguat 4,4 persen ke level 106,42 dolar AS per barel. 

Situasi memanas ketika Iran menyerang beberapa kapal di Selat Hormuz dan membakar fasilitas pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab (UEA). Serangan ini terjadi di tengah upaya Presiden AS Donald Trump yang mengerahkan Angkatan Laut Amerika untuk membuka kembali jalur pelayaran. Namun, langkah tersebut justru memicu eskalasi terbesar sejak gencatan senjata antara AS dan Iran diumumkan pada awal April lalu.


Pihak UEA menyatakan sistem pertahanan udaranya menghadapi serangan rudal dan drone pada Senin malam. Kebakaran besar terjadi di kawasan industri minyak utama, dan petugas pemadam kebakaran masih berjibaku untuk mengendalikan api. 

Di sisi lain, militer AS mengklaim telah menghancurkan enam kapal kecil Iran serta berhasil mencegat sejumlah rudal jelajah dan drone yang diluncurkan Teheran.

Ketegangan juga meningkat setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) merilis peta yang memperluas klaim pengaruh mereka di sekitar Selat Hormuz, termasuk area pelabuhan strategis Fujairah dan Khorfakkan di UEA. Klaim ini menambah kekhawatiran akan potensi gangguan jangka panjang di kawasan tersebut.

Analis memperkirakan harga minyak bisa tetap berada di atas 100 Dolar AS per barel, bahkan harga bensin di Amerika berpotensi menyentuh 5 Dolar AS per galon pada Juni jika tidak ada kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Di beberapa wilayah seperti California, harga bensin bahkan sudah mencapai sekitar 6 Dolar AS per galon.

Di tengah ketegangan, laporan juga menyebut kemungkinan Iran menyerang beberapa kapal lain di kawasan Teluk, termasuk kapal dari Korea Selatan dan UEA. Salah satu kapal yang dioperasikan perusahaan pelayaran Korea Selatan dilaporkan mengalami ledakan dan kebakaran. Selain itu, sebuah kapal tanker kosong milik perusahaan minyak nasional UEA juga disebut diserang drone saat mencoba melintasi selat tersebut.

Sementara itu, UEA menegaskan komitmennya untuk tetap memasok kebutuhan pasar global. Negara itu juga menyatakan akan meningkatkan produksi minyak sesuai kebutuhan pasar, terutama setelah keluar dari kelompok OPEC. 

Di saat yang sama, aliansi produsen minyak OPEC+ mengumumkan rencana menaikkan target produksi sebesar 188.000 barel per hari pada Juni, melanjutkan tren kenaikan produksi dalam beberapa bulan terakhir.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya