Berita

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Tengah) usai Rapat Tingkat Menteri (RTM) di MBloc Space, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026. (Foto: RMOL/Abdul Rouf)

Bisnis

Cak Imin Satukan Kekuatan UMKM-Ekraf Genjot Ekonomi Rakyat

SENIN, 04 MEI 2026 | 19:08 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Pemerintah mempercepat sinergi lintas kementerian untuk memperkuat ekonomi rakyat melalui sektor UMKM dan ekonomi kreatif (ekraf) berbasis kawasan.

Langkah itu ditegaskan dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin), bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di MBloc Space, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.

“Pemerintah memastikan UMKM dan ekonomi kreatif menjadi bagian integral dari Program Kerja Prioritas Nasional. Kita ingin setiap program negara memberikan efek domino yang nyata bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat rentan,” kata Cak Imin.


Ia menjelaskan tiga kementerian mendorong penuh mendukung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), sekaligus menindaklanjuti percepatan pengentasan kemiskinan sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

Selain itu, kata Cak Imin, UMKM dan ekonomi kreatif tidak lagi sekadar pelengkap, melainkan instrumen utama dalam mendorong masyarakat keluar dari jerat kemiskinan.

Menurutnya penting membangun ekosistem usaha yang inklusif, kompetitif, dan mudah diakses, khususnya bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah.

Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyoroti penguatan akses pembiayaan dan pendampingan sebagai kunci utama kebangkitan usaha mikro di kantong-kantong kemiskinan.

“Sebagai tindak lanjut amanat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, kami berfokus memastikan para pengusaha UMKM memperoleh akses pembiayaan, pendampingan, dan pasar,” ujarnya.

Pemerintah juga mengintegrasikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan platform SAPA UMKM untuk memastikan intervensi lebih tepat sasaran, termasuk melalui KUR dan pembiayaan PNM.

Di sisi lain, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai sektor ekraf memiliki potensi besar sebagai mesin pertumbuhan baru sekaligus solusi pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk memberdayakan masyarakat. Kami mendorong akselerasi talenta serta akses pembiayaan agar pelaku ekraf mampu berkembang dan menjadi bagian dari the new engine of growth,” jelasnya.

Sebagai contoh konkret, pemerintah menyoroti kawasan Blok M yang kini menjelma menjadi pusat ekonomi berbasis komunitas dengan rata-rata 80 ribu pengunjung per hari dan perputaran uang mencapai Rp5 miliar.

Model ini akan direplikasi melalui program Pasar 1001 Malam, dengan memanfaatkan aset idle milik pemerintah dan BUMN untuk menciptakan pusat ekonomi kreatif dan UMKM terpadu di berbagai daerah.


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya