Berita

Ketua Umum SOKSI Mukhamad Misbakhun (tengah) di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

SOKSI Siap Pasang Badan Bela Prabowo dari Fitnah

SENIN, 04 MEI 2026 | 18:13 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) menegaskan komitmennya untuk membela Presiden Prabowo Subianto dari serangan politik yang bersifat pribadi dan tidak berdasar.

Ketua Umum SOKSI, Mukhamad Misbakhun, mengingatkan para tokoh politik nasional agar tidak menyebarkan informasi yang tidak faktual dan menyesatkan, terutama jika diarahkan sebagai serangan pribadi kepada kepala negara.

“Mengenai serangan-serangan politik yang sifatnya sangat pribadi kepada Bapak Presiden kita, kita mengingatkan kepada seluruh tokoh politik nasional jangan menyebarkan segala sesuatu yang tidak faktual dan tidak berdasarkan kepada fakta-fakta yang menyesatkan,” tegas Misbakhun saat jumpa pers di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.


Menurut Misbakhun, jika sesuatu yang masih sumir disampaikan secara terbuka dan menjadi serangan secara pribadi kepada pemimpin nasional, maka hal itu akan menimbulkan keresahan di masyarakat. 

“Harusnya kita memberikan teladan yang baik bahwa sebagai tokoh politik, sebagai tokoh masyarakat, ataupun kita pernah melakukan apa pun kontribusi kita kepada bangsa dan negara, tapi kita juga harus ingat batas-batasnya di mana,” ujarnya.

Misbakhun lantas menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tetap diperbolehkan, namun harus disampaikan secara konstruktif dan berbasis data, bukan menyerang aspek personal.

“Apalagi serangan pribadi itu didasarkan kepada bukti-bukti yang tidak valid, bersifat menyesatkan, dan cenderung sebuah fakta yang bersifat hoaks. Dan ini tentunya harus diluruskan karena masyarakat kita harus diberikan pendidikan politik yang baik, diberikan contoh dan teladan yang baik bagaimana memberikan masukan yang konstruktif,” tegasnya lagi.

Menurut Misbakhun, saat ini muncul persepsi seolah-olah seluruh kebijakan pemerintah tidak memiliki dasar kebenaran, yang dinilai sebagai dinamika politik yang perlu disikapi secara bijak.

“Silakan mengkritik pemerintah tapi berdasarkan program apa yang kurang baik, berdasarkan apa saja yang selama ini perlu diberikan perbaikan silakan, tapi jangan menyerang pribadi pemimpin. Apalagi serangan-serangan itu bersifat fitnah, bersifat serangan yang tidak mempunyai dasar yang benar,” imbuhnya.

Lebih jauh, Ketua Komisi XI DPR RI ini menambahkan, sebagai bagian dari Partai Golkar, SOKSI akan terus memperkuat konsolidasi organisasi dan politik guna mendukung pemerintah.

“SOKSI berada di tengah-tengah Partai Golkar untuk memberikan dukungan yang kuat dan dukungan masukan yang kuat itu akan menjadi salah satu penopang dukungan yang kuat kepada pemerintah,” pungkasnya.


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya