Berita

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Politik

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Giant Sea Wall Jadi Proyek Prioritas Prabowo
SENIN, 04 MEI 2026 | 16:19 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah menilai kawasan Pantai Utara Jawa atau Pantura terlalu strategis untuk dibiarkan terus terancam banjir rob, abrasi, hingga penurunan muka tanah. 

Selain menjadi pusat industri dan logistik nasional, kawasan ini juga menyumbang sekitar 23 hingga 27 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, tanpa intervensi serius, kerusakan di Pantura akan terus memburuk dan mengancam ekonomi nasional.


“Kontribusi Pantura terhadap PDB nasional itu kurang lebih 23 persen, jadi ini sesuatu yang sangat strategis,” kata AHY di Jakarta, Senin, 4 Mei 2026. 

Menurut AHY, Pantura bukan hanya kawasan pesisir biasa, melainkan koridor utama ekonomi, industri, transportasi, logistik, hingga sentra pangan nasional. Nilai ekonomi wilayah tersebut bahkan diperkirakan mencapai Rp6.396 triliun.

Menurut AHY, pembangunan giant sea wall telah masuk dalam prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi kawasan pesisir utara Jawa.

“Itu mengapa salah satu bagian dari Asta Cita dan visi dari Bapak Presiden Prabowo Subianto bahkan diletakkan di program kerja prioritas nasional,” ujarnya.

Pemerintah pun menyiapkan pembangunan tanggul laut sepanjang sekitar 535 kilometer dari Tangerang hingga Gresik yang mencakup Provinsi Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Selain melindungi aset ekonomi, proyek ini juga ditujukan untuk menjaga kawasan hunian masyarakat pesisir yang terus terancam rob dan abrasi akibat kenaikan permukaan laut dan penurunan tanah.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya