Berita

Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube CENTCOM)

Global

Amerika Segera Kerahkan 15.000 Tentara dan Ratusan Pesawat ke Selat Hormuz

SENIN, 04 MEI 2026 | 08:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat (AS) mulai mengungkap detail utama dari operasi militer bertajuk “Project Freedom”, yang dirancang untuk menjaga kelancaran pelayaran di Selat Hormuz. Operasi ini dijadwalkan mulai berjalan pada 4 Mei 2026, waktu setempat.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa misi ini bertujuan untuk memulihkan kebebasan navigasi bagi kapal-kapal komersial yang melintasi kawasan tersebut. Selat Hormuz sendiri menjadi jalur penting distribusi energi global, sehingga setiap gangguan dapat berdampak luas pada ekonomi dunia.

Dikutip dari 9News, Project Freedom akan melibatkan kekuatan besar, termasuk sekitar 15.000 personel militer, kapal perang jenis destroyer berpeluru kendali, serta lebih dari 100 pesawat yang beroperasi dari darat dan laut. Selain itu, sistem tanpa awak (drone) juga akan digunakan untuk mendukung operasi lintas domain.


“Dukungan kami untuk misi defensif ini sangat penting bagi keamanan regional dan ekonomi global," kata Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper.

Selain pengerahan militer, AS juga memperkuat kerja sama dengan negara mitra. Departemen Luar Negeri dan Departemen Pertahanan meluncurkan inisiatif “Maritime Freedom Construct” untuk meningkatkan koordinasi dan pertukaran informasi dalam menjaga keamanan maritim.

Inisiatif ini menggabungkan pendekatan diplomatik dan militer, yang dinilai akan menjadi kunci keberhasilan Project Freedom. Dengan kombinasi kekuatan militer dan dukungan internasional, AS berupaya memastikan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap aman dan terbuka bagi perdagangan global.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya