Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Keluar dari Zona Nyaman, RI Diversifikasi Impor Minyak ke Berbagai Negara

SENIN, 04 MEI 2026 | 07:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan langkah strategis pemerintah dalam merombak sumber impor minyak mentah Indonesia. 

Saat ini, pasokan mulai dialihkan ke berbagai negara alternatif seperti Angola, Nigeria, Amerika Serikat, hingga Rusia. 

Perubahan pola ini bertujuan untuk mengamankan ketersediaan energi bagi 280 juta penduduk Indonesia di tengah ketidakpastian global dan risiko gangguan distribusi di jalur rawan seperti Selat Hormuz.


Bahlil menjelaskan bahwa pendekatan pragmatis ini diambil demi menjaga stabilitas stok nasional. 

“Begitu terjadi perang saya merubah pola. Ilmu pengusaha saya keluar, kalau di sini tidak bisa ya kita cari di tempat lain,” ujarnya di Jakarta, Minggu 3 Mei 2026. 

Ia menambahkan bahwa upaya mencari pasokan ke luar negeri merupakan bagian dari tanggung jawab besar pemerintah. 

“Jadi kalau saya, kalau Bapak Presiden saya temani, Bapak Presiden berangkat untuk cari minyak itu bukan jalan-jalan, kita jalan kerja memikirkan 280 juta jiwa yang ada di bangsa ini,” tegas Bahlil.

Langkah diversifikasi ini terbukti memperkuat ketahanan energi jangka menengah, di mana pemerintah telah mengamankan kontrak pasokan dari Rusia untuk satu tahun ke depan. 

"Di Rusia kita sudah dapat, satu tahun ini clear. Jadi untuk stok crude kita satu tahun ke depan insya Allah sudah selesai,” papar Bahlil.

Selain itu, Indonesia berencana mendatangkan sekitar 150 juta barel minyak mentah dari Rusia hingga akhir 2026 yang skemanya tengah difinalisasi.

Meskipun sumber impor kini lebih bervariasi, tantangan struktural berupa defisit produksi domestik masih membayangi. Dengan konsumsi mencapai 1,6 juta barel per hari namun produksi hanya sekitar 605 ribu barel, pemerintah tetap berupaya menekan ketergantungan impor melalui optimalisasi sumur tua, intervensi teknologi, dan eksplorasi blok migas baru. 

Strategi ini merupakan kombinasi antara pengamanan pasokan luar negeri dalam jangka pendek dan penguatan kemandirian energi nasional untuk jangka panjang.  

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya