Berita

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah. (Foto: Istimewa)

Politik

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

SENIN, 04 MEI 2026 | 04:03 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pengunduran diri Menteri Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat, John Phelan, bukan sekadar pergantian pejabat biasa. 

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah menilai, di balik surat yang diajukan John Phelan ke Pentagon, tersimpan pengakuan yang oleh sejumlah kalangan disebut sebagai bom geopolitik.

Surat tersebut, yang dikabarkan telah dibaca oleh lembaga penting seperti CIA dan Kongres AS, memuat tudingan serius terhadap kebijakan perang yang diduga sarat kepentingan ekonomi dan jaringan global. 


Nama Donald Trump bahkan disebut secara langsung dalam konteks keputusan strategis yang berujung pada konflik militer.

"Isi pengakuan tersebut bukan hanya mengejutkan, tetapi berpotensi mengubah peta persepsi dunia terhadap kekuatan Amerika Serikat," kata Amir, dikutip Senin 4 Mei 2026.

Dalam analisisnya, Amir menegaskan bahwa poin paling krusial dari pengakuan Phelan bukan sekadar tuduhan terhadap individu, melainkan runtuhnya narasi dominasi militer Amerika.

“Selama puluhan tahun, Amerika membangun citra sebagai kekuatan tak terkalahkan," kata Amir.

Tapi jika benar ada pengakuan internal bahwa perang didorong motif ekonomi dan berakhir dengan kerugian besar, maka ini adalah delegitimasi dari dalam.

Menurutnya, pernyataan tentang kekalahan strategis, jatuhnya korban besar, hingga potensi kegagalan menghadapi Iran menunjukkan adanya crack in the system atau retakan serius dalam struktur pertahanan AS.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Pakistan Siap Jadi Tuan Rumah Putaran Baru Perundingan Iran-AS

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:13

Rayakan Persib Juara, Replika Maung Raksasa Bomber Guncang Asia Afrika

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:06

Iran Tempuh Jalur Damai dengan Kekuatan dan Diplomasi Bermartabat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:02

Rudi Hartono: Blackout Sumatera Momentum Evaluasi Jaringan dan Mitigasi

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30

Ekonomi Syariah Harus Perkuat Perlindungan Sosial Masyarakat

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10

PHE Optimistis Proyek CCS Indonesia-Korsel Buka Peluang Investasi Baru

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:02

Kualitas Konsumsi Jemaah Haji Harus Dijaga Meski Dapur Berjarak 12 Km

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:00

Trump: Kesepakatan Damai Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Segera Dibuka

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:49

Pertamina Trans Kontinental Optimalkan Layanan Maritim Lewat Kerja Sama STS Proyek FAME

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:47

Menkop Sindir Organisasi yang Hanya Sibuk Seremonial

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:30

Selengkapnya