Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: The Sun)

Dunia

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

MINGGU, 03 MEI 2026 | 16:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di tengah rapuhnya gencatan senjata, Presiden AS Donald Trump justru melontarkan skeptisisme tajam terhadap proposal perdamaian terbaru Iran sambil membuka peluang perang bisa kembali meledak sewaktu-waktu. 

Proposal Iran yang dilaporkan diajukan melalui Islamabad disebut memuat 14 poin, termasuk penghentian konflik di semua front serta kerangka baru terkait pengelolaan Selat Hormuz, jalur strategis energi dunia.

Meski mengaku segera menelaah dokumen perdamaian yang dikirim Teheran, Trump tetap menunjukkan keraguan besar bahwa Iran benar-benar menawarkan solusi yang bisa diterima Washington.


“Saya akan segera meninjau rencana yang baru saja dikirim Iran kepada kami, tetapi saya tidak dapat membayangkan bahwa rencana itu dapat diterima karena mereka belum membayar harga yang cukup mahal atas apa yang telah mereka lakukan terhadap umat manusia dan dunia selama 47 tahun terakhir,” tulis Trump di Truth Social, seperti dikutip dari AFP, Minggu, 3 Mei 2026.

Tak hanya itu, Trump juga menegaskan opsi serangan militer Amerika Serikat masih terbuka jika Iran dianggap kembali bertindak di luar batas. 

“Jika mereka berbuat nakal, jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, tapi untuk saat ini, kita lihat saja nanti. Tapi ada kemungkinan itu bisa terjadi, tentu saja," tegas Trump. 

Nada ancaman dari Washington langsung disambut peringatan keras dari Teheran. Tokoh senior komando militer pusat Iran, Mohammad Jafar Asadi, mengatakan kemungkinan perang baru tetap besar karena Amerika dinilai tidak dapat dipercaya.

"Konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar akan terjadi. Bukti menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak berkomitmen pada janji atau perjanjian apa pun," kata dia. 

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan keputusan kini sepenuhnya berada di tangan AS.

“Kini bola berada di tangan Amerika Serikat untuk memilih jalur diplomasi atau melanjutkan pendekatan konfrontatif,” ujarnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya