Berita

Peserta SNC 2026 membubarkan diri di depan Balai Kota Semarang, Sabtu, 2 Mei 2026. (Foto: RMOLJateng/Daffa RK)

Nusantara

Batal Gegara Hujan, Peserta Semarang Night Carnival Kecewa Berat

MINGGU, 03 MEI 2026 | 03:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pembatalan Semarang Night Carnival (SNC) 2026 akibat cuaca ekstrem yang melanda membuat peserta kecewa. Meski demikian mereka menerima keputusan tersebut karena terjadi karena faktor cuaca.

Keputusan pembatalan itu dilakukan setelah Kota Semarang diguyur hujan lebat sejak sore hingga malam sehingga acara yang tadinya digelar mulai pukul 18.30 WIB dari depan Balai Kota Semarang, Sabtu, 2 Mei 2026, terpaksa dibatalkan.

Penonton pun ada yang sudah bersiap menunggu dengan payung, kemudian para pengisi acara juga menunggu di tempat teduh. 


Namun hujan tak kunjung reda bahkan sejumlah titik jalan terdapat genangan. Ketika hujan mulai rintik, para pemakai kostum terlihat menjinjing kostum mereka untuk melewati genangan. Namun ada juga yang sempat dicegat warga untuk berfoto.

Salah satu pendamping peserta, Vivi mengaku kecewa karena persiapan yang sudah dilakukan selama empat bulan ternyata tidak bisa ditampilkan malam ini. Bahkan hari ini peserta dari SMA 1 Semarang itu sudah bersiap sejak jam 07.00 WIB.

"Persiapan dari jam 7 pagi. Makeup jam 7 pagi di hotel sampai sore, sudah pakai kostum segala macam," ujar Vivi dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Minggu, 3 Mei 2026.

Dia menyebut kostum dengan tema Cherry Blossom yang dikenakan menghabiskan dana lebih dari Rp2 juta. Oleh sebab itu ia cukup kecewa karena tidak jadi menampilkannya malam ini.

"Ya kecewa berat. Pertama kita keluar biaya, nggak murah, nggak sejuta dua juta ini. Persiapan 4 bulan, kemarin gladi bersih tidak hujan, ini hujan deras," jelas Vivi.

"Tapi mau gimana lagi, namanya cuaca," ungkapnya pasrah.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota Semarang memutuskan pembatalan SNC demi keselamatan peserta dan warga. 

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi bisa membahayakan.

“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas penundaan event Semarang Night Carnival pada malam hari ini. Hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi tidak memungkinkan kegiatan dilaksanakan secara aman. Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun yang dapat membahayakan warga, peserta, maupun petugas di lapangan,” kata Agustina Wilujeng.

"Keselamatan dan kenyamanan seluruh peserta, pengisi acara, serta masyarakat yang hadir menjadi prioritas utama kami," tambahnya.

Dia juga menyebut pembatalan SNC 2026 merupakan bentuk tanggung jawab kepada warga. 

“Kami memahami besarnya antusiasme masyarakat. Namun dalam situasi seperti ini, keselamatan harus menjadi yang utama. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada warga Kota Semarang,” jelas Agustina.

Saat ini pemerintah Kota Semarang bersama panitia sedang melakukan kajian untuk opsi melakukan penjadwalan ulang. Agustina kembali menegaskan hal itu dilakukan demi keselamatan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan keselamatan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini," pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya