Ilustrasi Minyakita (RMOL/Reni Erina)
Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan MinyaKita demi menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga minyak goreng di masyarakat.
Langkah ini merupakan bagian dari mandat negara yang dijalankan secara optimal oleh pihak Bulog.
Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, menjelaskan bahwa pengelolaan stok dilakukan dengan perhitungan yang matang.
“Distribusi MinyaKita tetap kami jalankan secara terukur dan berkelanjutan,” ungkap Andi dalam pernyataan resminya dikutip di Jakarta, Sabtu 2 Mei 2026.
Penyaluran minyak goreng rakyat ini dilakukan secara konsisten melalui jaringan distribusi yang luas. Tujuannya adalah memastikan masyarakat di berbagai titik dapat mengakses MinyaKita dengan harga yang tetap terjangkau.
Namun, Andi tidak menampik adanya hambatan, terutama di kawasan Indonesia Timur yang memiliki tantangan geografis berupa pegunungan dan kepulauan.
Kondisi ini sering kali memicu tingginya biaya logistik. Untuk menyiasatinya, Bulog intens menjalin komunikasi dengan mitra strategis.
“Bulog juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan kelancaran pasokan di berbagai wilayah, terlebih di wilayah yang memiliki tantangan medan distribusi seperti di Indonesia,” tambahnya.
Sebagai langkah jangka panjang, Bulog kini tengah fokus meningkatkan kapasitas gudang penyimpanan khusus minyak goreng di berbagai daerah. Dengan fasilitas yang lebih baik, diharapkan akses masyarakat terhadap pangan murah menjadi lebih mudah.
“Bulog akan terus hadir menjalankan mandat pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat,” tegas Andi.