Berita

Ketua Piminan wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Aceh Yulizar Kasma. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

SABTU, 02 MEI 2026 | 02:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang digagas era Gubernur Aceh Irwandi Yusuf kembali diuji di pemerintahan Gubernur Muzakir Manaf alias Mualem. Akibat beban Anggaran Pendapatan belanja Aceh (APBA), Pemerintah Aceh merencanakan pemangkasan penerima premi JKA.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Piminan wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Aceh Yulizar Kasma meminta Gubernur Aceh untuk mengkaji ulang kebijakan pemangkasan penerima JKA, mengingat keberadaan data dengan klasifikasi desil sangat bermasalah.

"Ada orang mampu masuk desil 1-7 atau sebaliknya ada yang miskin masuk desil 8,9 dan 10," Yulizar dalam keterangannya, dikutip Sabtu 2 Mei 2026.


Yulizar berharap Pemerintah Aceh melakukan validasi data yang berjenjang hingga gampoeng dan dusun terlebih dahulu. Ketika sudah valid baru kemudian diberlakukan pemangkasan sesuai dengan data yang sudah divalidasi. 

“Banyak masyarakat kita gagap teknologi, tidak memantau berada di desil mana. Tahu-tahu berobat mereka ditolak faskes," kata Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar ini.

Pasalnya, data yang digunakan dari Data Tunggal ekonomi nasional (DTSEN), terbukti masih ada masalah.

"Lebih baik validasi datanya berbasis gampoeng dengan indikator yang ditetapkan, baru kemudian diambil kebijakan," pungkas Yulizar.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Wall Street Variatif, Nasdaq Naik Ditopang Saham AI

Rabu, 23 September 2026 | 08:21

Kejagung Garap Lima Saksi di Kasus Korupsi MBG, Ada Pegawai SPPG Karawang

Rabu, 23 September 2026 | 08:06

Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

Rabu, 23 September 2026 | 07:41

Dolar AS Berfluktuasi Ditopang Ketidakpastian Minyak

Rabu, 23 September 2026 | 07:23

Bursa Eropa Beragam: Dorongan Sektor Teknologi Imbangi Tekanan Sektor Keuangan

Rabu, 23 September 2026 | 07:07

Ruang Amal Indonesia-IFG Life-Kemenko PM Hadirkan Program bagi Ojol Tunarungu

Rabu, 23 September 2026 | 06:40

Sering Kebakaran, Gedung Wajib Miliki Alat Deteksi Dini

Rabu, 23 September 2026 | 06:28

MUI Minta Pelaku Usaha Bersiap Hadapi Wajib Halal 18 Oktober

Rabu, 23 September 2026 | 06:18

Kursi Gibran Goyang

Rabu, 23 September 2026 | 06:03

Dua Jemaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Rabu, 23 September 2026 | 05:45

Selengkapnya