Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

IHSG Terkoreksi Tajam ke Level 6.926 pada Penutupan Sesi I

KAMIS, 30 APRIL 2026 | 13:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa menyerah di bawah tekanan besar pada perdagangan sesi I, Kamis siang, 30 April 2026. Indeks mencatatkan penurunan signifikan sebesar 174 poin atau setara dengan minus 2,46 persen yang membawanya parkir di level 6.926. 

Sepanjang paruh pertama hari ini, tercatat volume perdagangan mencapai 234,7 juta lot saham dengan total nilai transaksi yang cukup likuid sebesar Rp11,27 triliun.

Dalam jajaran indeks elite LQ45, saham JPFA, EMTK, AKRA, dan INKP berhasil tampil sebagai top gainers di tengah kondisi pasar yang sulit. 


Sebaliknya, tekanan jual yang masif membuat saham DSSA, ANTM, MDKA, dan BREN terperosok ke deretan top losers. 

Kondisi pasar saat ini sangat mengkhawatirkan karena seluruh sektor berada di zona merah tanpa pengecualian. 

Sektor industri dasar menjadi yang paling terpuruk dengan kejatuhan mencapai 3,77 persen, di mana pelemahan ini didorong oleh koreksi tajam pada saham TPIA sebesar 5,19 persen dan BRPT sebesar 4,87 persen. 

Selain itu, saham IMPC, CPIN, dan SMGR juga turut melemah masing-masing sebesar 3,90 persen, 1,95 persen, dan 1,91 persen.

Keterpurukan pasar modal domestik sejalan dengan kondisi bursa Asia yang mayoritas terkoreksi dalam mengikuti jejak negatif Wall Street. Faktor utama yang menekan pasar adalah lonjakan harga minyak ke level tertinggi sepanjang masa akibat meningkatnya tensi geopolitik. 

Berdasarkan laporan Axios, Komando Pusat AS berencana mempresentasikan kemungkinan tindakan militer terhadap Iran kepada Presiden Donald Trump.

Ketegangan semakin memuncak setelah Presiden Trump dikabarkan menolak usulan Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz. 

Hal ini mengindikasikan bahwa blokade angkatan laut akan tetap dipertahankan hingga tercapai kesepakatan nuklir yang lebih komprehensif. Di tengah krisis energi dan ancaman konflik tersebut, Federal Reserve memilih untuk mengambil langkah konservatif dengan mempertahankan suku bunga acuan di level stabil.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya