Berita

PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) atau Antam. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Laba Bersih Antam Capai Rp3,66 Triliun pada 1Q26

RABU, 29 APRIL 2026 | 20:13 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) atau Antam mencatatkan peningkatan kinerja keuangan pada Triwulan Pertama Tahun 2026 (Januari-Maret 2026, 1Q26). Capaian tersebut diraih di tengah tantangan global yang masih berlangsung, antara lain fluktuasi harga komoditas, meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Kinerja keuangan Antam didorong oleh fundamental operasional yang semakin kuat, tercermin dari kinerja segmen nikel yang optimal, penguatan sourcing emas untuk menjaga kesinambungan pasokan, serta mulai beroperasinya pabrik smelter grade alumina (SGA) yang memperkuat pertumbuhan segmen bauksit dan alumina.

Pada 1Q26, Antam mencatatkan pertumbuhan profitabilitas dengan laba periode berjalan sebesar Rp3,66 triliun, meningkat 58% dibandingkan 1Q25 sebesar Rp2,32 triliun.


Sejalan dengan peningkatan tersebut, Antam juga membukukan pertumbuhan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar 55 persen, dengan capaian EBITDA 1Q26 sebesar Rp5,05 triliun, dibandingkan Rp3,26 triliun pada 1Q25.

Direktur Utama Antam, Untung Budiharto menyampaikan bahwa capaian kinerja keuangan yang positif tersebut turut didukung oleh konsistensi perusahaan dalam menerapkan strategi pemasaran yang adaptif dan inovatif, serta pengendalian biaya yang efektif dan disiplin di seluruh lini operasional.

"Pertumbuhan profitabilitas Antam pada 1Q26 tercermin dari laba kotor sebesar Rp5,62 triliun, meningkat 54 persen dibandingkan 1Q25 sebesar Rp3,64 triliun," kata Untung, dikutip Rabu 29 April 2026.

Sejalan dengan itu, laba usaha pada 1Q26 mencapai Rp4,50 triliun, tumbuh 67 persen dari Rp2,69 triliun pada 1Q25. Kinerja ini juga didukung oleh kenaikan penghasilan lain-lain sebesar 15 persen menjadi Rp279,60 miliar, dari Rp243,64 miliar pada 1Q25.

Peningkatan kinerja tersebut turut mendorong kenaikan laba bersih per saham dasar menjadi Rp141,77 per saham dasar, atau meningkat 60 persen dibandingkan Rp88,69 per saham dasar pada 1Q25.

Pada laporan posisi keuangan, Antam membukukan total aset sebesar Rp63,30 triliun pada 1Q26, meningkat 31 persen dari Rp48,30 triliun pada 1Q25.

Pertumbuhan aset mencerminkan ekspansi usaha serta penguatan kapasitas operasional dalam mendukung kinerja yang berkelanjutan. Nilai ekuitas juga meningkat 17 persen menjadi Rp40,41 triliun, dari Rp34,62 triliun pada 1Q25.

Sementara itu, posisi kas dan setara kas tercatat sebesar Rp9,04 triliun, naik 31 persen dari Rp6,92 triliun pada 1Q25, mencerminkan fleksibilitas keuangan Perusahaan dalam mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan usaha.

Optimalisasi Operasional untuk Mendukung Kinerja Perusahaan

Antam terus berkomitmen menerapkan good mining practices dan operational excellence di seluruh aktivitas operasional guna mewujudkan bisnis yang berkelanjutan. Pada 1Q26, ANTAM mencatatkan kinerja produksi dan penjualan yang optimal.

Pada 1Q26, penjualan bersih mencapai Rp29,32 triliun, tumbuh 12 persen dibandingkan Rp26,15 triliun pada 1Q25. Penjualan domestik berkontribusi sebesar Rp28,31 triliun atau setara 97 persen dari total penjualan bersih. Pertumbuhan ini sejalan dengan strategi untuk memperkuat basis pelanggan dalam negeri, khususnya pada produk emas, bijih nikel, dan bijih bauksit.

“Implementasi strategi operasional yang tangguh serta manajemen keuangan yang disiplin dan prudent telah mendorong penguatan kinerja secara berkelanjutan, sehingga memberikan imbal hasil yang positif dan nilai tambah bagi para pemegang saham,” kata Untung.

Pada 1Q26, segmen emas berkontribusi sekitar 81 persen terhadap total penjualan. Penjualan emas tumbuh 11 persen menjadi Rp23,89 triliun, dari Rp21,61 triliun pada 1Q25. Melalui penguatan strategi pemasaran domestik, volume penjualan emas mencapai 8.464 kg (272.124 troy oz.).

Untuk menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku, Antam menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan Merdeka Grup pada 4 Maret 2026. Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan emas nasional sekaligus memastikan kesinambungan pasokan bagi industri domestik.

Segmen nikel (feronikel dan bijih nikel) berkontribusi sebesar 15 persen atau Rp4,47 triliun terhadap total penjualan pada 1Q26, meningkat 19% dari Rp3,77 triliun pada 1Q25.

Produksi bijih nikel mencapai 3,88 juta wet metric ton (wmt), dengan volume penjualan sebesar 3,40 juta wmt yang seluruhnya diserap pasar domestik. Sementara itu, produksi feronikel tercatat sebesar 3.976 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan volume penjualan mencapai 2.803 TNi. Seluruh penjualan feronikel terserap oleh pasar ekspor.

Segmen bauksit dan alumina berkontribusi sebesar 3 perden terhadap total penjualan dengan nilai Rp879,14 miliar, meningkat 24 persen dibandingkan Rp708,75 miliar pada 1Q25.

Produksi bauksit mencapai 628.785 wmt, sejalan dengan optimalisasi kapasitas dan produktivitas tambang serta peningkatan serapan pasar domestik. Volume penjualan tercatat sebesar 593.476 wmt, naik 9 persen dari 544.750 wmt pada 1Q25.

Sejalan dengan optimalisasi operasi pabrik CGA, produksi alumina (chemical grade alumina) mencapai 49.566 ton, meningkat 13 persen dibandingkan 44.051 ton pada 1Q25. Dari sisi penjualan, volume tercatat sebesar 49.072 ton, tumbuh 11 persen dari 44.048 ton.

Dengan fondasi operasional yang solid dan kondisi keuangan yang sehat, Perusahaan optimis menjaga momentum pertumbuhan serta menghadapi dinamika global melalui strategi yang terukur dan berkelanjutan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya