Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Kejagung Didesak Usut Tuntas Korupsi Tata Kelola Migas

SELASA, 28 APRIL 2026 | 04:25 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kejaksaan Agung (Kejagung) didesak untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap mantan Menteri BUMN, Erick Thohir, terkait dugaan keterlibatan dan indikasi permufakatan jahat dalam pusaran korupsi tata kelola minyak dan gas bumi. 

Desakan itu dilayangkan Gerakan Muda (Gema) Nasional dengan alasan bahwa korupsi di sektor migas merupakan extraordinary crime yang dampaknya sangat luas bagi kehidupan rakyat.

“Korupsi migas adalah kejahatan strategis yang menghantam rakyat secara langsung. Harga BBM tinggi, subsidi bocor, dan negara dirugikan, sementara mafia diduga tetap bercokol. Karena itu, siapa pun yang memiliki keterkaitan harus diperiksa tanpa pengecualian,” tegas Ketua Umum Gema Nasional, Eko Saputra dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin malam, 27 April 2026. 
 

 
Lanjut Eko, setiap dugaan relasi, komunikasi, maupun koordinasi dengan pihak yang diduga bagian dari mafia migas wajib dibuka secara terang melalui proses hukum yang transparan.

“Tidak ada mafia yang bekerja sendirian. Mafia hidup dari kekuasaan, akses, dan pembiaran. Jika ada dugaan jejaring dengan Riza Chalid, maka penegak hukum wajib mengusut hingga ke akar. Negara tidak boleh kalah oleh mafia,” tegasnya lagi.

Ia menyoroti bahwa ketiadaan langkah tegas terhadap elite strategis justru berpotensi memperkuat persepsi publik terkait impunitas, tebang pilih, serta ketimpangan penegakan hukum.

“Pemeriksaan segera dan menyeluruh terhadap Erick Thohir. Perlu penelusuran mendalam atas alur kebijakan, komunikasi, dan pengambilan keputusan di Kementerian BUMN dan harus ada pembongkaran total jaringan mafia migas, termasuk aktor lama yang diduga masih bercokol,” jelasnya.

“Kami tidak menghakimi, tetapi menagih keberanian negara. Jika bersih, pemeriksaan adalah jalan pembuktian. Namun jika tidak, rakyat berhak mengetahui siapa yang mempermainkan kedaulatan energi nasional,” tandas Eko.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Duel Panas Timnas Indonesia Vs Malaysia, Ini Rekor Statistiknya

Minggu, 27 September 2026 | 02:22

Tak Peduli Teman, Prabowo Tegas Sikat Pencuri Duit Negara

Minggu, 27 September 2026 | 02:02

Di Balik Kemudahan QRIS, Merchant Tetap Wajib Terima Tunai

Minggu, 27 September 2026 | 01:46

Gugatan Denny Indrayana Cs Untungkan Seluruh Parpol di DPR

Minggu, 27 September 2026 | 01:20

Pemerintah Jangan Pukul Rata Evaluasi IUP

Minggu, 27 September 2026 | 01:07

Emas Rahmat Bawa Indonesia Lompat ke Posisi 14

Minggu, 27 September 2026 | 00:35

Kowani Apresiasi Penegasan Menteri Hukum soal SK Kepengurusan

Minggu, 27 September 2026 | 00:17

Rahmat Erwin Abdullah Persembahkan Emas Kedua Indonesia

Minggu, 27 September 2026 | 00:05

Bhayangkari Salurkan 6 Ribu Paket Sembako untuk Warga Aceh

Sabtu, 26 September 2026 | 23:49

Wamenag Protes Keras Pembebasan Bersyarat Bechi Pemerkosa Santriwati

Sabtu, 26 September 2026 | 23:20

Selengkapnya