Berita

Anggota Komisi V DPR Fraksi PKB, Ahmad Fauzi. (Foto: YouTube TV Parlemen)

Politik

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

SELASA, 28 APRIL 2026 | 00:15 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi V DPR RI meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memperhatikan keselamatan di perlintasan, menyusul insiden tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

Anggota Komisi V DPR Fraksi PKB, Ahmad Fauzi, turut prihatin atas kejadian tersebut. Ia pun meminta agar saat ini fokus dulu pada penanganan dan evakuasi korban.

“Pertama turut prihatin atas insiden Kereta Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur. Kedua, meminta kepada petugas untuk fokus pada evakuasi korban, agar korban mendapat pertolongan dan mendapat perawatan medis secepatnya,” ujar Fauzi kepada RMOL sesaat lalu, Senin malam, 27 April 2026.


Komisi V DPR menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan perlintasan, menyusul dugaan awal bahwa insiden dipicu kendaraan yang terjebak di atas rel.

“Dari laporan sementara penyebabnya adalah karena ada mobil yang terjebak di atas lintasan rel, ini perlu di cek apakah masih ada lintasan yang belum memiliki palang pintu? Mengingat jalur kereta Jakarta-Bekasi dan lanjut ke jalur Pantura Jawa adalah jalur padat, semestinya ada palang pintu di semua lintasan,” tegasnya.

Lebih jauh, Fauzi pun mengimbau masyarakat agar lebih disiplin saat melintasi jalur kereta api dan tidak menerobos palang pintu demi keselamatan bersama.

“Menghimbau pada warga masyarakat yang melalui lintasan jalur kereta api untuk selalu waspada dan tidak menerobos palang pintu,” pungkasnya.

Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin, 27 April 2026. Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL Commuter Line yang sedang berhenti di lintasan.

Peristiwa ini bermula saat sebuah taksi menemper KRL di jalur perlintasan langsung (JPL) dekat Bulak Kapal, yang menyebabkan perjalanan KRL terhenti.

“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya. Yang membuat KRL-nya terhenti,” ungkap Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo.

Akibat insiden tersebut, KRL tidak dapat melanjutkan perjalanan. Dalam kondisi berhenti itulah, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur yang sama kemudian menabrak bagian belakang KRL.

"KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, PT KAI bersama pihak kepolisian masih melakukan proses evakuasi rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian.

Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung-Bekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya