Berita

Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

DPR: Saatnya Sweeping Daycare se-Indonesia

SENIN, 27 APRIL 2026 | 10:06 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha tak berhenti sebagai perkara hukum semata. 

Peristiwa ini memicu dorongan agar dilakukan sweeping nasional terhadap seluruh fasilitas penitipan anak di Indonesia.

DPR menilai, kasus ini membuka celah serius dalam sistem pengawasan daycare. Karena itu, langkah penertiban tidak cukup dilakukan di tingkat daerah, melainkan perlu diperluas secara nasional untuk memastikan seluruh lembaga memiliki izin dan memenuhi standar pengasuhan.


Wakil Ketua DPR Sari Yuliati menegaskan, peristiwa ini harus menjadi titik balik pembenahan sistem perlindungan anak.

“Peristiwa ini harus menjadi momentum perbaikan sistem perlindungan anak, khususnya di fasilitas penitipan,” ujar Sari dalam keterangannya, Senin, 27 April 2026. 

Ia juga menekankan pentingnya langkah konkret dari pemerintah untuk memperketat regulasi dan pengawasan. Menurutnya, tanpa evaluasi menyeluruh, potensi kasus serupa akan terus berulang di tempat lain.

“Penguatan regulasi menjadi langkah penting guna mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang,” kata Sari.

Selain itu, DPR meminta proses hukum terhadap para pelaku berjalan tegas dan tanpa kompromi. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan terhadap anak dalam bentuk apa pun.

“Kami meminta agar proses hukum berjalan secara profesional dan memberikan sanksi tegas. Tidak boleh ada toleransi,” tegasnya.

Sementara itu, kepolisian telah menetapkan 13. Kapolresta Yogyakarta Eva Guna Pandia menyebut para tersangka dijerat undang-undang perlindungan anak atas dugaan penelantaran dan perlakuan tidak manusiawi.

Di sisi lain, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengungkapkan bahwa daycare tersebut beroperasi tanpa izin resmi, sehingga luput dari pengawasan sejak awal.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya