Berita

Beras (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Indonesia Sah Swasembada Pangan, Impor Hanya 5 Persen

SENIN, 27 APRIL 2026 | 07:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengonfirmasi bahwa Indonesia resmi mencapai status swasembada pangan. 

Indikator utamanya adalah angka impor 11 komoditas strategis nasional saat ini hanya menyentuh kisaran 5 persen—jauh di bawah ambang batas maksimal yang ditetapkan organisasi pangan dunia.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa berdasarkan konsensus FAO, sebuah negara dikategorikan swasembada jika ketergantungan impornya maksimal 10 persen. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia justru mencatatkan angka yang jauh lebih impresif.


"Definisi yang kita sepakati swasembada pangan (tercapai) adalah maksimal impor 10 persen, ini kita (impor hanya) 5 persen," ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Senin 27 April 2026.

Amran memaparkan kalkulasi matematis di balik klaim tersebut. Dari total produksi dalam negeri yang mencapai 73,7 juta ton, total impor untuk 11 komoditas pokok hanya sebesar 3,5 juta ton.

"Apa itu swasembada pangan? Ini 11 komoditas, yang merah ini (impor), kurang lebih 3,5 juta ton. Total produksi kita 73 juta ton. Kalau 3,5 juta ton dibagi (73 juta ton), itu 4,8 persen," urainya. 

Jika dibandingkan dengan total kebutuhan konsumsi nasional sebesar 68,7 juta ton, angka impor tersebut hanya sekitar 5,1 persen.

Secara rinci, impor 3,5 juta ton tersebut didominasi oleh kedelai (2,6 juta ton), bawang putih (600 ribu ton), dan daging ruminansia (350 ribu ton). 

Sementara itu, 11 komoditas yang menjadi rapor hijau swasembada Indonesia meliputi beras, jagung pakan, cabai rawit, cabai besar, daging ayam, telur ayam, bawang merah, gula konsumsi, kedelai, bawang putih, dan daging sapi/kerbau.

Beras tetap menjadi tulang punggung ketahanan pangan RI dengan kontribusi 45,2 persen dari total konsumsi 11 komoditas. Tak heran jika stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menjadi perhatian utama. Saat ini, stok beras Bulog mencatatkan rekor sejarah.

Per 23 April 2026, stok beras di gudang Bulog menembus angka 5 juta ton. Angka ini menunjukkan lonjakan eksponensial sebesar 264,2 persen dibandingkan periode yang sama dua tahun lalu. 

"Selanjutnya jika stok 5 juta ton hari ini dibandingkan terhadap 23 April tahun 2025 telah meningkat 65,8 persen," tambah Amran.

Lompatan ini didorong oleh serapan produksi dalam negeri yang meroket tajam. Hingga April 2026, Bulog berhasil menyerap 2,31 juta ton beras petani lokal. Sebagai perbandingan, capaian ini melambung 790 persen dibanding periode Januari-April 2024.

Amran menekankan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud nyata dari kemandirian bangsa dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya.

"Kenapa orang mengatakan swasembada pangan identik dengan beras? Karena komposisi kalau kita makan, orang Indonesia bisa 60, 70, 80 persen, sehingga orang selalu menyampaikan pangan identik dengan beras, karena komposisinya yang lebih besar," jelasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya