Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Analisis Ashmore: Geopolitik Timur Tengah dan Depresiasi Rupiah Tekan IHSG

SENIN, 27 APRIL 2026 | 07:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa efek Indonesia menutup pekan keempat April dengan tekanan cukup dalam, di mana IHSG terperosok 3,38 persen ke level 7.129. 

Performa indeks yang turun lebih dari 500 poin dibanding pekan sebelumnya ini, disertai dengan aksi jual bersih investor asing senilai 55 juta Dolar AS. 

PT Ashmore Asset Management Indonesia mencatat bahwa koreksi paling tajam melanda sektor energi dan properti, sementara sektor transportasi dan logistik justru mampu tumbuh positif di tengah volatilitas pasar.


Secara global, kenaikan harga komoditas menjadi sorotan utama dengan lonjakan harga minyak mentah dan batu bara yang sangat signifikan. 

Kondisi ini dipicu oleh perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran pasar. Ketidakpastian di Selat Hormuz menyebabkan premi risiko tetap tinggi, mendorong harga minyak Brent melampaui 105 Dolar AS dan menguatkan indeks Dolar AS hingga mendekati level 99. 

Dampaknya, aset berisiko global cenderung dijauhi investor yang beralih ke pola defensif.

Ashmore juga mencatat, di dalam negeri, pelemahan nilai tukar Rupiah yang sempat menyentuh angka 17.300 per Dolar menjadi faktor utama pengikis kepercayaan pasar. Menanggapi situasi ini, Bank Indonesia memilih untuk mempertahankan suku bunga guna menjaga stabilitas meski ruang untuk pengetatan moneter tetap terbuka jika kondisi memburuk. 

Selain itu, otoritas bursa mulai menerapkan reformasi struktural dengan penggunaan data High Shareholder Concentration (HSC) untuk meningkatkan standar transparansi bagi emiten yang melantai di bursa.

Ashmore memandang bahwa skenario terburuk kemungkinan telah terlewati seiring kepastian bahwa posisi Indonesia tetap stabil dalam klasifikasi pasar global tanpa penurunan status. 

Fokus utama ke depan bergantung pada konsistensi implementasi reformasi pasar modal domestik serta hasil nyata dari dialog damai antara AS dan Iran. Keberhasilan negosiasi tersebut diharapkan mampu menurunkan volatilitas harga energi dan kembali menarik arus modal masuk ke pasar keuangan Indonesia.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya