Berita

Audiensi TACB bersama DPRD Kabupaten Jombang pada Kamis, 23 April 2026. (Foto: RMOLJatim/Istimewa)

Nusantara

DPRD Mulai Serius Bahas Jejak Kelahiran Bung Karno di Jombang

SENIN, 27 APRIL 2026 | 05:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

DPRD Kabupaten Jombang mulai mengambil langkah konkret untuk menindaklanjuti temuan sejarah yang menghebohkan. Fokus utama tertuju pada dugaan kuat lokasi kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno di wilayah utara Sungai Brantas.

Melalui pertemuan strategis bersama Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan sejumlah pegiat sejarah, lembaga legislatif ini menggali informasi baru yang cukup provokatif bagi narasi sejarah nasional. Bung Karno diyakini memiliki keterikatan kuat lahir di wilayah Ploso, Jombang.

Audiensi tersebut digelar secara tertutup di ruang khusus DPRD Jombang pada Kamis, 23 April 2026. Forum ini melibatkan berbagai pakar, di antaranya Ketua TACB Nasrul Ilah, anggota TACB Arif Yulianto, serta inisiator Titik Nol Soekarno, Binhad Nurrohmat.


Hadir pula sosok penting dari Kediri, Pembina Situs Persada Soekarno, R.M Kuswartono, serta penelusur sejarah kawakan Moch. Faisol. Kehadiran mereka membawa misi besar untuk meluruskan fragmen sejarah "Putra Sang Fajar" yang selama ini dianggap masih menyisakan teka-teki.

Dari unsur legislatif, jalannya diskusi dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Jombang, Octadella Bilytha Permatasari. Ia tampak didampingi oleh jajaran Komisi D yang membidangi urusan pendidikan dan kebudayaan di wilayah Kota Santri tersebut.

Dalam forum yang berlangsung hangat itu, TACB menyerahkan hasil kajian mendalam terkait situs yang diyakini sebagai tempat kelahiran Bung Karno di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso. Dokumen tersebut memuat data fisik serta korelasi historis lokasi tersebut.

Tidak hanya berupa draf kajian, sejumlah peneliti juga menyerahkan buku yang memuat penelusuran panjang sejarah tokoh proklamator tersebut. Buku ini menjadi literatur pendukung yang menguatkan klaim keberadaan masa kecil Soekarno di tanah Jombang.

Wakil Ketua DPRD Jombang, Octadella Bilytha Permatasari, menyatakan bahwa pihaknya sangat terbuka menerima berbagai temuan tersebut. Ia menganggap informasi ini sebagai harta karun sejarah yang harus diperlakukan secara hati-hati namun berani.

Ia mengakui bahwa selama ini sejarah resmi yang diajarkan di sekolah-sekolah mencatat Surabaya sebagai tempat kelahiran Bung Karno. Namun, data yang muncul dari Jombang dianggap membuka ruang kajian lanjutan yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

"Perlu ada pendalaman bersama karena muncul dua versi yang berbeda. Ini harus dikaji secara akademis agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat," ucap wanita yang akrab disapa Mbak Della ini, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Minggu, 26 April 2026.

Politisi muda ini menegaskan bahwa DPRD Jombang tidak ingin beradu opini tanpa dasar. Pihaknya berkomitmen mendorong proses validasi yang kredibel demi menghormati marwah sang proklamator sebagai bapak bangsa.

Sebagai langkah konkret, DPRD akan mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang untuk segera menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kota Surabaya. Tujuannya adalah mempertemukan kedua perspektif sejarah tersebut dalam satu meja.

"Upaya ini diharapkan mampu menghasilkan kesepahaman berbasis data ilmiah. Kita ingin duduk bersama mencari kebenaran yang paling mendekati fakta sejarah," ujarnya melanjutkan dengan nada optimis.

Selain itu, DPRD juga meminta Disdikbud mengawal surat yang telah diajukan ke Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Hal ini berkaitan dengan permohonan koordinasi teknis bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI.

Tak berhenti di ruang rapat, DPRD Jombang berencana melakukan "sidak sejarah" ke lokasi yang disebut sebagai titik kelahiran Bung Karno. Lokasi tersebut berada di sebuah rumah di Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso.

Peninjauan langsung ini bertujuan untuk melihat bukti-bukti fisik dan artefak yang telah dihimpun oleh para peneliti. 

"Kami akan tinjau langsung lokasi yang memang disebut sebagai titik kelahiran Bung Karno agar mendapat gambaran utuh," imbuhnya.

Ketua TACB Jombang, Nasrul Ilah, menilai dukungan legislatif ini merupakan awal yang baik. Ia menekankan bahwa percepatan pengungkapan sejarah ini memerlukan katalisator dari pembuat kebijakan agar prosesnya tidak berlarut-larut.

"Kami merasa sangat perlu agar pihak dari Surabaya dan juga Jombang duduk bersama membahas temuan ini secara terbuka," ungkap pria yang akrab disapa Cak Nas, yang juga merupakan adik kandung budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun).

Senada dengan Cak Nas, R.M. Kuswartono menyebut hasil penelusuran pihaknya tidak hanya bersandar pada cerita lisan. Ia mengklaim telah menemukan sejumlah artefak dan dokumen pendukung yang cukup valid untuk diuji.

"Data tersebut memperkuat narasi bahwa Bung Karno lahir di Jombang. Bukti ini bukan semata berdasarkan cerita tutur keluarga, melainkan dokumen yang bisa dipertanggungjawabkan," beber Kuswartono saat memberikan penjelasan teknis.

Ia berharap Pemkab Jombang segera menetapkan situs tersebut sebagai lokasi bersejarah. Menurutnya, kepastian tempat lahir tokoh besar dunia ini penting untuk menjawab pertanyaan publik dan mengakhiri perdebatan yang sudah berlangsung puluhan tahun.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya