Berita

Gerpolek karya Tan Malaka. (Foto: Dok. Gramedia)

Publika

Tan Malaka di Pusaran Geopolitik

MINGGU, 26 APRIL 2026 | 22:40 WIB | OLEH: YUDHI HERTANTO

RELEVAN! Catatan Tan Malaka, dalam Gerpolek: Gerilya, Politik, Ekonomi, bukan naskah usang. Melainkan referensi sekaligus cetak biru pertahanan bangsa.
 
Di tengah gemuruh dinamika geopolitik dan perang asimetris dalam perebutan sumber daya global, gema suara Tan Malaka terasa seperti alarm.
 
Dunia kini tidak lagi tentang peluru, melainkan soal algoritma, semikonduktor, dan rantai pasok. Dalam perspektif geopolitik, ketegangan dunia menempatkan Indonesia di posisi yang rumit.
 

 
Tan Malaka dalam Gerpolek (1948) menekankan bahwa kemerdekaan 100% adalah harga mati. Kritiknya keras, terhadap gaya diplomasi yang terlihat mengemis kedaulatan.
 
Jika ditarik ke konteks kekinian, ketergantungan pada investasi serta bantuan asing yang terlalu dominan, tanpa membangun kemandirian bangsa adalah bentuk kerentanan nasional.
 
Menurut Alfian (1986), gagasan Tan Malaka adalah upaya untuk memutus rantai ketergantungan -dependensi, yang sering kali mewujud dalam bentuk kerjasama antar negara.
 
Struktur Ketahanan

Ketahanan nasional, dalam kacamata Gerpolek berpijak pada tiga pilar: militer rakyat, politik berdaulat, dan ekonomi mandiri.
 
Dalam argumentasi Tan Malaka, perlu dibentuk kapasitas ekonomi yang kuat sebagai perisai. Pondasi ekonomi, menjadi fundamental dasar dalam benteng pertahanan negara.
 
Ketahanan pangan dan energi bukan soal statistik BPS, melainkan harga diri bangsa. Transformasi aset strategis pada urgensi hilirisasi, perlu diaktualisasi lebih dari sekedar jargon kampanye elektoral.
 
Konsep pertahanan rakyat semesta, berakar pemikiran gerilya Tan Malaka, harus beradaptasi dengan teknologi kemiliteran tanpa kehilangan jiwa kemanunggalannya dengan rakyat.
 
Format gerilya, terjadi hingga ruang siber. Serangan terhadap data pribadi dan infrastruktur digital nasional, adalah bentuk perang modern yang menuntut ketahanan semesta.
 
Humanisme Perlawanan

Jika kita menyelami Gerpolek, ada nafas humanisme kental, sebuah keinginan melihat manusia Indonesia berdiri tegak tanpa rasa rendah diri (inferiority complex). Kedaulatan politik, bukan berarti menutup diri ala isolasi, melainkan kemampuan untuk berkata tidak pada kebijakan global yang mencederai keadilan lokal.
 
Tantangan geopolitik terkini, membuktikan bahwa ketahanan nasional suatu bangsa sangat tergantung pada sejauh mana negara mampu melindungi warga paling rentan (Malaka, 1948).
 
Merawat pemikiran Gerpolek di masa sekarang, adalah upaya merawat api perjuangan, bukan sekadar pemujaan. Ketahanan nasional yang sejati, bukan hanya terletak pada jumlah alutsista, melainkan seberapa kuat ikatan antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan dasar publik.
 
Di tengah ketidakpastian global, pesan Tan Malaka menjadi krusial: bangsa yang kuat adalah bangsa yang mandiri secara ekonomi, cerdik secara politik, dan tak terpatahkan secara mental.
 
Kemerdekaan 100% menjadi mimpi bersama yang indah, dan hal tersebut akan menjadi sebuah kenyataan, bila langkah kebijakan selalu berfokus pada hikmat kepentingan publik -res publica.
 
Doktoral Ilmu Hukum Universitas Islam Sultan Agung

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya