Berita

Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

MINGGU, 26 APRIL 2026 | 17:35 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pentingnya kaderisasi partai politik dalam proses pencalonan pejabat publik. Lembaga antirasuah itu menilai, calon presiden hingga kepala daerah seharusnya berasal dari kader partai, bukan figur instan tanpa rekam jejak jelas.

Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminuddin mengatakan, rekomendasi tersebut merupakan hasil kajian untuk memperbaiki kualitas kepemimpinan sekaligus menutup celah praktik politik transaksional.

“Idealnya yang diusulkan partai untuk menjadi pejabat publik adalah kader partai. Dengan begitu, proses kaderisasi benar-benar melahirkan pemimpin berkualitas dengan rekam jejak yang diketahui partai pengusung,” ujar Aminuddin dikutip RMOL, Minggu, 26 April 2026.


KPK menilai, selama ini partai politik kerap mengabaikan kaderisasi. Dampaknya, kandidat yang diusung tidak memiliki basis dan rekam jejak yang kuat di internal partai, sehingga membuka ruang negosiasi berbasis kepentingan finansial.

Melalui penguatan kaderisasi, partai diharapkan mampu mencetak pemimpin yang teruji sekaligus menekan praktik mahar politik yang selama ini menjadi penyakit kronis demokrasi.

Meski begitu, KPK menyadari rekomendasi tersebut berpotensi menuai polemik. Salah satunya terkait anggapan pembatasan hak politik warga yang bukan kader partai.

Menanggapi hal itu, Aminuddin menegaskan rekomendasi KPK bukan aturan yang mengikat, melainkan pandangan ideal untuk mendorong perbaikan sistem politik.

“Pasti ada pro dan kontra, tapi tujuan dari rekomendasi kajian ini untuk sesuatu yang lebih baik,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya