Mantan PM Hongaria Victor Orban (Foto: Kyiv Post)
Mantan Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban, resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari kursi parlemen setelah mengalami kekalahan telak dalam pemilihan umum yang digelar dua pekan lalu.
Keputusan ini menandai babak baru dalam perjalanan politik Orban usai 16 tahun memimpin negara tersebut.
Dalam pernyataannya pada Minggu, 26 April 2026, Orban menegaskan bahwa langkah mundur ini diambil untuk memfokuskan energi pada upaya membangun kembali koalisi partainya, Fidesz-KDNP, yang mengalami kemerosotan signifikan.
Dalam pemilu 12 April, partai tersebut hanya mampu mengamankan 55 kursi parlemen, jauh dari dominasi yang sebelumnya mereka nikmati.
Kekalahan ini sekaligus mengakhiri era panjang kekuasaan Orban, yang telah menjadi figur sentral politik Hongaria sejak 2010.
Panggung kekuasaan kini beralih ke tangan oposisi yang dipimpin Peter Magyar melalui partai Tisza, yang meraih kemenangan telak dengan 138 dari total 199 kursi parlemen.
“Saya dibutuhkan bukan di parlemen, melainkan dalam organisasi gerakan patriotik,” kata Orban dalam pesan video yang diunggah di media sosial, seperti dikutip dari
AFP.
Orban juga menekankan bahwa saat ini berbagai langkah konsolidasi tengah dilakukan untuk membangkitkan kembali kekuatan politik pendukungnya.
“Diskusi sedang berlangsung untuk memperbarui kubu patriotik, memperkuat kelompok parlemen kami, dan melindungi komunitas kami,” ujarnya.
Magyar dijadwalkan akan dilantik sebagai perdana menteri pada 9 Mei mendatang.
Dengan dukungan lebih dari dua pertiga kursi parlemen, ia memiliki ruang leluasa untuk mengubah sejumlah kebijakan era Orban, termasuk yang selama ini menuai kritik terkait pembatasan kebebasan media dan pelemahan institusi demokrasi.
Meski meninggalkan parlemen, Orban menegaskan dirinya tidak akan sepenuhnya mundur dari panggung politik.
Ia tetap akan memimpin Fidesz dan berencana mencalonkan diri kembali dalam pemilihan internal partai pada Juni, sebagai bagian dari upaya mempertahankan pengaruh dan menyiapkan langkah kebangkitan di masa mendatang.