Berita

Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. Sukamta (RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Komisi I DPR Desak Evaluasi Keamanan UNIFIL

SABTU, 25 APRIL 2026 | 13:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi I DPR RI menyampaikan duka cita atas gugurnya prajurit TNI, Praka Rico Pramudia, yang tengah bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Praka Rico meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya usai insiden ledakan peluru kendali di markas UNIFIL pada akhir Maret 2026.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL di Lebanon. Pengorbanan ini adalah bentuk nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana amanat konstitusi,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta, kepada wartawan, Sabtu, 25 April 2026.


Menurut Sukamta, peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius, mengingat markas pasukan perdamaian turut menjadi sasaran dalam konflik yang berlangsung.

“Serangan di wilayah operasi UNIFIL menunjukkan adanya eskalasi signifikan di lapangan, sehingga menempatkan pasukan penjaga perdamaian dalam risiko yang semakin tinggi,” tegas legislator dari Daerah Pemilihan Yogyakarta tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya perlindungan maksimal terhadap personel PBB yang menjalankan misi perdamaian, terutama di tengah dinamika konflik yang melibatkan Israel dan berbagai aktor lainnya di kawasan.

Lebih lanjut, Sukamta mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mandat serta mekanisme perlindungan pasukan UNIFIL.

“Diperlukan langkah investigasi yang transparan dan akuntabel atas insiden ini, guna memastikan kejelasan dan pertanggungjawaban,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah Indonesia diminta melakukan peninjauan komprehensif terkait aspek keamanan, kesiapan, serta pola penugasan prajurit dalam misi perdamaian.

“Tanpa mengurangi komitmen Indonesia sebagai kontributor aktif dalam menjaga stabilitas global, evaluasi tetap perlu dilakukan,” tambahnya.

Sukamta mengingatkan bahwa upaya menjaga perdamaian dunia tidak boleh dibayar dengan pengorbanan yang sia-sia.

“Setiap prajurit yang gugur harus menjadi pengingat bahwa perdamaian memerlukan sistem yang kuat, perlindungan memadai, dan komitmen bersama dari komunitas internasional,” katanya.

Ia pun berharap para prajurit yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Gugurnya Praka Rico menambah daftar duka Indonesia dalam misi UNIFIL. Hingga kini, tercatat empat prajurit TNI gugur di Lebanon, yakni Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, dan Praka Rico Pramudia.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya