Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

SABTU, 25 APRIL 2026 | 11:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar AS (Greenback) menutup perdagangan Jumat sore 24 April 2025 di pasar uang New York, dengan pelemahan. 

Mata uang Paman Sam ini tertekan oleh kombinasi antara harapan perdamaian di Timur Tengah dan drama suksesi kepemimpinan bank sentral AS.

Keputusan Departemen Kehakiman untuk menghentikan penyelidikan terhadap Jerome Powell justru membuka jalan bagi Kevin Warsh, calon pilihan Donald Trump, untuk memimpin The Fed.
 

 
Pasar menganggap Warsh lebih berani memangkas bunga dibandingkan Powell. Hal ini karena ia lebih fokus pada indikator inflasi trimmed mean yang saat ini posisinya lebih rendah dari inflasi inti.

Investor bereaksi cepat; peluang pemangkasan suku bunga di akhir tahun langsung melonjak menjadi 38 persen, naik signifikan dari posisi sebelumnya yang hanya 23 persen.

Optimisme pasar juga dipicu oleh rencana pertemuan di Islamabad antara utusan AS (Steve Witkoff & Jared Kushner) dengan pihak Iran. Meski waktu pastinya belum ditentukan, kabar ini memberikan harapan akan deeskalasi konflik AS-Israel-Iran. 

Redupnya kekhawatiran akan krisis energi membuat permintaan Dolar sebagai aset perlindungan (safe-haven) ikut menyusut.

Melemahnya Dolar dimanfaatkan oleh mata uang utama lainnya. Euro berhasil menguat ke level 1,1714 Dolar AS, diikuti oleh Poundsterling yang naik cukup tajam ke posisi 1,3523 Dolar AS. 

Di Asia, Yen Jepang juga bertenaga dengan menguat ke level 159,4 per Dolar. Sementara itu, dari pasar digital, Bitcoin sedikit terkoreksi tipis sekitar 0,47 persen ke kisaran 77.558 Dolar AS. \\

Minggu depan akan menjadi periode krusial karena fokus pasar bergeser ke arah kebijakan moneter yang berbeda di tiap negara.

Di AS, The Fed diprediksi tetap menahan bunga sambil memantau dampak perang terhadap inflasi.

Di Eropa, ECB diperkirakan stabil akhir April ini, namun mayoritas ekonom memprediksi kenaikan bunga di bulan Juni untuk membentengi ekonomi dari guncangan energi.

Di Jepang, Bank of Japan (BoJ) berada dalam posisi sulit karena inflasi mulai melandai. Namun, Menteri Keuangan Satsuki Katayama sudah memberikan peringatan keras untuk mengintervensi pasar jika spekulasi terhadap Yen terlalu liar.

Saat ini pasar cenderung bermain aman atau wait and see. Selama belum ada deklarasi damai yang resmi, pergerakan mata uang kemungkinan besar masih akan bergerak dalam kisaran yang terbatas.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya