Berita

Ilustrasi Rupiah (Foto: Babbe)

Politik

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

SABTU, 25 APRIL 2026 | 10:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Nilai tukar Rupiah yang sempat menembus level Rp17.252 per Dolar AS menjadi sorotan serius. 

Kondisi ini dinilai sebagai sinyal peringatan bagi stabilitas ekonomi nasional, terutama karena berpotensi menekan daya beli masyarakat.

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB, Bertu Merlas, mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk meredam dampak pelemahan Rupiah sekaligus mengantisipasi lonjakan inflasi.


“Kondisi Rupiah saat ini harus menjadi alarm bagi pemerintah. Pelemahan ini berdampak langsung pada kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Jika harga naik sementara pendapatan masyarakat stagnan, daya beli akan terpuruk,” ujar Bertu kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 25 April 2026.

Ia menjelaskan, pelemahan Rupiah berpotensi menimbulkan efek domino, terutama bagi industri yang bergantung pada bahan baku impor. Kenaikan biaya produksi, jika tidak segera diatasi, pada akhirnya akan dibebankan kepada konsumen melalui kenaikan harga barang.

Menurutnya, kondisi ini berisiko langsung menggerus kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah. Karena itu, pemerintah diminta tidak membiarkan inflasi melonjak tanpa kendali.

“Tanpa intervensi untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, risiko ketidakstabilan sosial ekonomi akan semakin terbuka,” tegasnya.

Di sisi lain, Bertu juga menyoroti dilema kebijakan moneter. Upaya bank sentral menahan pelemahan Rupiah melalui kenaikan suku bunga acuan dinilai dapat berdampak pada sektor riil, terutama pelaku UMKM.

“Jika suku bunga meningkat, akses pembiayaan bagi UMKM akan semakin sulit. Ini bisa menghambat ekspansi usaha dan penyerapan tenaga kerja,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas ekonomi, Bertu mendorong pemerintah menjalankan tiga langkah strategis. 

Pertama, memperkuat operasi pasar dan memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar guna menekan lonjakan harga. 

Kedua, memastikan bantuan sosial tepat sasaran agar kelompok rentan tetap memiliki daya beli. 

Ketiga, memberikan kemudahan akses pembiayaan serta insentif fiskal bagi UMKM agar tetap produktif di tengah tekanan kurs.

“Mengendalikan inflasi adalah kunci. Pemerintah harus memastikan pasokan aman dan harga stabil. Bantuan sosial juga harus benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya