Berita

Presiden AS Donald Trump mengutus Jared Kushner dan Steve Witkoff untuk berdialog dengan Iran di Pakistan (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube NBC)

Dunia

Trump Utus Menantu untuk Jajaki Dialog dengan Iran

SABTU, 25 APRIL 2026 | 07:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yakni Steve Witkoff dan menantunya Jared Kushner, dijadwalkan bertolak ke Pakistan pada Sabtu, 25 April 2026 waktu setempat. 

Kunjungan ini bertujuan membahas perkembangan konflik dengan Iran sekaligus menjajaki peluang dialog.

Gedung Putih menyatakan misi tersebut difokuskan untuk memahami posisi Teheran. Juru bicara Karoline Leavitt menyebut adanya sinyal positif dari Iran. “Pihak Iran ingin berdialog,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Wakil Presiden JD Vance siap terlibat jika pembicaraan berkembang lebih jauh.


Leavitt juga menegaskan bahwa utusan AS akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan harapan dapat mendorong kemajuan menuju kesepakatan. “Utusan AS akan duduk bersama Abbas Araghchi, sambil menyatakan harapan bahwa para pihak dapat mendorong kemajuan menuju sebuah kesepakatan,” ujarnya pada Jumat, dikutip dari Al Jazeera.

Namun, sikap Iran masih berhati-hati. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, menegaskan tidak ada rencana pertemuan langsung dengan pihak AS. Ia menjelaskan bahwa Araghchi berada di Islamabad untuk bertemu pejabat Pakistan, bukan untuk melakukan negosiasi langsung dengan Washington.

Ketegangan antara kedua negara berakar dari eskalasi konflik sejak akhir Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Sebagai respons, Teheran membatasi jalur distribusi minyak melalui Selat Hormuz—salah satu rute energi paling vital di dunia. Dampaknya langsung terasa secara global, terutama melalui lonjakan harga minyak dan meningkatnya kekhawatiran ekonomi.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan Iran masih memiliki peluang untuk mencapai kesepakatan, dengan syarat menghentikan program senjata nuklir secara nyata dan dapat diverifikasi. Ia juga memperingatkan bahwa dampak gangguan di Selat Hormuz kini semakin meluas ke tingkat global.

Meski jalur diplomasi mulai terbuka, perbedaan sikap kedua pihak tetap tajam. Pemerintah AS menilai tidak berada dalam tekanan untuk segera mengakhiri konflik, sementara Iran memandang tekanan militer dan blokade sebagai hambatan utama dalam proses negosiasi.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tetap terbuka untuk dialog, namun mengingatkan bahwa pelanggaran komitmen dan ancaman yang terus berlangsung menjadi kendala serius bagi tercapainya kesepakatan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya