R17 Podcast Show Vol. 04, Kamis 23 April 2026: “Shaping Secure Data Intelligence for Digital Resilience”, di Jakarta, Kamis 23 April 2026 (Foto: Istimewa)
Indonesia tengah melaju pesat dalam transformasi digital. Seiring dengan percepatan tersebut, peluang untuk berinovasi sekaligus meningkatkan efisiensi nasional semakin terbuka lebar.
Lansekap digital Indonesia saat ini dapat diibaratkan sebagai raksasa yang tengah bangkit. Merujuk pada laporan Digital 2025 Indonesia, tingkat konektivitas masyarakat telah mencapai puncaknya dengan 356 juta koneksi seluler aktif serta ratusan juta pengguna internet yang saling terhubung.
Capaian luar biasa ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa Indonesia memiliki fondasi yang sangat kokoh untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi berbasis teknologi di kancah global.
CEO R17 Group, Ir. Hengky Witarsa DJ, S.T., mengungkapkan pentingnya pendekatan secure-by-design dalam pengembangan inovasi digital. Menurutnya, pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan jaminan keamanan bagi pengguna.
“Ketahanan digital hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi nyata antara regulator dan industri. Kami mendorong pendekatan secure-by-design agar inovasi bisnis dapat berjalan seiring dengan perlindungan data,” ujarnya, dalam R17 Podcast Show Vol. 04, Kamis 23 April 2026.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, Dr. Ir. Ismail, M.T., turut menyoroti pentingnya tata kelola data yang adaptif sebagai fondasi kedaulatan digital.
Ia mengingatkan bahwa meskipun investasi keamanan terlihat besar, risiko akibat pelanggaran data jauh lebih merugikan. Dampaknya tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga dapat merusak reputasi yang telah dibangun dalam waktu lama.
“Reputasi menjadi taruhannya, dan ini bukan hal yang bisa dianggap sepele,” ujarnya.
Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Mayjen TNI Bondan Widiawan menekankan pentingnya pembangunan sistem peringatan dini serta penguatan ekosistem threat intelligence yang terintegrasi antara sektor publik dan swasta.
Langkah ini dinilai krusial untuk menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks dan canggih.
Country Manager Cyble, Rangga F, menjelaskan bahwa pemantauan forum dan marketplace di dark web menjadi elemen penting dalam mempercepat deteksi potensi ancaman.
Senada dengan itu, General Manager Virtus Technology Indonesia, Wisnu Nursahid, menjelaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mampu meningkatkan perlindungan sistem tanpa mengganggu operasional bisnis sehari-hari.
Sebagai bentuk solusi konkret, R17 Group turut memperkenalkan Insight Hub berbasis Agentic AI melalui sesi Product Showcase.
Platform inovatif ini memungkinkan organisasi melakukan analisis prediktif dengan visibilitas real-time terhadap potensi serangan. Langkah ini sejalan dengan komitmen R17 Group untuk terus mendorong investasi pada talenta dan teknologi guna membangun ekosistem digital Indonesia yang lebih aman, resilien, dan berkelanjutan di masa depan.