Berita

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 19:26 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Realisasi investasi di sektor hilirisasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp147,5 triliun. Angka ini tercatat naik 8,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani menyebut kontribusi hilirisasi terhadap total investasi nasional semakin meningkat.

"Kontribusi dari investasi yang berhubungan dengan hilirisasi itu cukup signifikan mencapai 29,6 persen di triwulan pertama ini. Jadi kurang lebih angkanya mencapai Rp147,5 triliunan atau peningkatan 8,2 persen," kata Rosan di Jakarta pada Kamis, 23 April 2026.


Ia merinci, investasi hilirisasi masih didominasi sektor mineral dengan nilai Rp98,3 triliun atau 66,6 persen dari total. Porsi terbesar berasal dari pengolahan nikel.

"Nomor satu masih nikel dengan Rp 41,5 triliunan kemudian tembaga (Rp20,7 triliun), besi baja (Rp17,0 triliun), bauksit (Rp13,7 triliun), timah (Rp2,5 triliun) dan lainnya (Rp2,9 triliun)," jelasnya.

Selain mineral, sektor perkebunan dan kehutanan juga menyumbang investasi sebesar Rp29,8 triliun, mencakup komoditas seperti kelapa sawit, karet, hingga produk turunan bioenergi.

Di sisi lain, investasi hilirisasi di sektor minyak dan gas bumi tercatat Rp17,7 triliun, dengan rincian Rp13,6 triliun untuk minyak dan Rp4,1 triliun untuk gas.

Sementara itu, sektor perikanan dan kelautan masih berada di level Rp1,7 triliun. Meski demikian, pemerintah optimis sektor ini akan meningkat dalam beberapa triwulan ke depan.

"Kita melihatnya perikanan dan kelautan ini mungkin di dalam semester berikutnya atau triwulan II, atau III, atau IV ini InsyaAllah bisa meningkat. Karena saat ini masih Rp1,7 triliunan," ujar Rosan.

Ia menambahkan, peluang investasi di sektor ini mulai bergerak, terutama pada komoditas unggulan.

"Komoditas pada sektor ini termasuk garam, ikan TCT, udang, rumput laut, rajungan dan tilapia. Nah ini adalah saya mendapatkan informasi bahwa akan investasi di bidang garam dan juga di bidang rumput laut dan ikan tilapia ini sudah mulai akan berjalan pada semester depan," tandasnya.


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya