Berita

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 18:41 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) yang mengklaim berperan besar dalam membawa Joko Widodo (Jokowi) ke panggung nasional menuai respons dari Partai Golkar. 

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menilai polemik muncul karena adanya klaim peran dari tokoh-tokoh politik. Ia mengingatkan agar tidak saling mengklaim jasa di ruang publik.

“Saya kira biarlah sejarah ini yang menilai apa peranan tokoh itu, apa jasa tokoh itu, tidak usah kita mengklaim,” kata Idrus di Jakarta, Kamis, 23 April 2026. 


Mantan Menteri Sosial itu menilai klaim sepihak justru berpotensi menurunkan kepercayaan publik karena bertentangan dengan persepsi masyarakat. Ia menyebut kondisi bangsa saat ini membutuhkan ketenangan, bukan perdebatan baru.

“Karena kalau ada pihak yang mengklaim dirinya sebagai yang paling berperan dari publik ini, pasti rakyat akan semakin tidak percaya,” tegasnya.

Menurut dia, perdebatan soal peran masa lalu sebaiknya diakhiri dan semua pihak fokus menjaga stabilitas nasional. Ia juga mengingatkan tokoh publik untuk memberi teladan, bukan memperkeruh situasi.

“Supaya situasi kondisi Indonesia yang semakin kondusif, biarlah sejarah yang memberikan penilaian apa peran kita masing-masing di Republik ini,” pungkas Idrus.

Sebelumnya, JK menyebut dirinya sebagai sosok yang mendorong Jokowi maju di Pilkada DKI Jakarta hingga membuka jalan menuju kursi presiden.

“Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa gubernur, mana bisa jadi presiden?” tutur JK di kediamannya, Sabtu, 18 April 2026.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya