Berita

Pengamat politik Rocky Gerung. (Foto: YouTube SMRC TV)

Politik

Rocky Gerung:

Usul Purbaya Pungut Pajak di Selat Malaka Membahayakan Negara

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 16:04 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana akan memungut pajak pajak terhadap kapal yang melintas di Selat Malaka. Ia menyebut konsep tersebut terinspirasi dari langkah Iran di Selat Hormuz.

Terkait itu, pengamat politik Rocky Gerung menilai gagasan tersebut sebagai langkah berisiko tinggi yang bisa memicu ketegangan geopolitik, mengingat Selat Malaka merupakan jalur vital perdagangan global.

“Tanda apa itu? Tanda kepanikan,” kata Rocky dalam 'Diskusi Politik dan Kebebasan Akademik' di UIN Jakarta, Kamis, 23 April 2026. 


Ia juga menyoroti potensi dampak internasional jika kebijakan tersebut benar-benar dijalankan.

“Coba bayangkan, kalau itu terjadi, China akan marah. Indonesia akan ditekan. Dianggap menghalangi jalur ekonomi mereka,” ujarnya.

Rocky bahkan menyebut langkah tersebut sebagai kontradiksi dalam narasi kebijakan.

“Ini satu-satunya yang bilang ekonomi baik. Tapi kenapa ingin ‘mencekik’ Selat Malaka?” tegasnya.

Lebih jauh, ia menduga wacana ini berkaitan dengan tekanan kebutuhan anggaran negara. Menurutnya, kebijakan berisiko bisa saja muncul sebagai respons atas beban fiskal yang besar, termasuk utang.

Rocky bahkan menyindir arah kebijakan tersebut sebagai tindakan serius yang mengarah pada kerugian kepentingan negara. 

“Yang bisa di-impeach dalam pengertian Inggris, dia adalah Purbaya, Dia membahayakan negara,” pungkasnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya melirik potensi penerapan pungutan bagi kapal yang melintas di Selat Malaka kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

“Kapal lewat Selat Malaka nggak kita charge ya, sekarang Iran meng-charge kapal lewat Selat Hormuz, kalau kita bagi tiga Indonesia, Malaysia, Singapura, lumayan kan,” ujarnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya