Berita

Selat Hormuz. (Foto: Monocle)

Politik

Gejolak Selat Hormuz Makin Memanas, DPR Dorong Penguatan Diplomasi

KAMIS, 23 APRIL 2026 | 15:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kondisi terkini di Selat Hormuz menunjukkan eskalasi yang semakin mengkhawatirkan. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang berujung pada saling blokade di kawasan tersebut telah menyebabkan terganggunya jalur pelayaran internasional, khususnya distribusi energi global. 

Situasi itu tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memicu gejolak ekonomi dunia, termasuk kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok global.

Demikian disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Okta Kumala Dewi dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 23 April 2026. 


Okta menilai bahwa situasi ini harus menjadi perhatian serius masyarakat internasional. Ia menegaskan pentingnya penguatan diplomasi global guna mencegah dampak destruktif yang lebih luas.

“Ketegangan di Selat Hormuz bukan hanya konflik regional, tetapi memiliki implikasi global. Oleh karena itu, jalur diplomasi harus terus diperkuat untuk mencari solusi damai dan mencegah eskalasi lebih lanjut,” ujar Okta.

Ia juga mengingatkan bahwa hukum internasional harus tetap menjadi landasan utama dalam menyikapi konflik ini. Menurutnya, kebebasan navigasi dan stabilitas kawasan maritim internasional tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan sepihak.

“Hukum internasional harus menjadi rel utama yang dipatuhi semua pihak. Tanpa itu, kita berisiko menghadapi ketidakpastian global yang lebih besar,” tegas Legislator PAN ini.

Lebih lanjut, Okta mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi dampak dari krisis ini. Ia menilai pemerintah telah bertindak tepat, baik di level internasional maupun domestik.

“Secara diplomasi, Pemerintahan Presiden Prabowo menunjukkan peran aktif melalui dialog-dialog strategis dengan berbagai negara, termasuk kunjungan ke Rusia dan Prancis. Ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global,” jelasnya.

Di dalam negeri, pemerintah juga dinilai berhasil menjaga stabilitas ekonomi dengan tidak menaikkan harga BBM, sehingga mampu menahan tekanan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.

Dalam konteks yang lebih luas, Okta menegaskan pentingnya Indonesia untuk tetap konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

“Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu seperti saat ini, Indonesia harus tetap berpegang pada prinsip politik bebas aktif. Prinsip ini telah teruji secara historis dan terbukti mampu menghadirkan solusi yang konstruktif bagi perdamaian dunia,” tutupnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya