Berita

Harga BBM di SPBU Australia (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube 9News)

Dunia

Australia Belum Pastikan Perpanjangan Keringanan Pajak BBM

RABU, 22 APRIL 2026 | 10:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menegaskan bahwa belum ada kepastian apakah keringanan pajak bahan bakar akan diperpanjang setelah 30 Juni. 

Dalam pernyataannya, Albanese menyebut situasi global saat ini sangat sulit diprediksi akibat konflik yang masih berlangsung.

“Tidak ada yang bisa memperkirakan secara akurat apakah perang di Iran akan berakhir pada saat itu. Situasi global sedang bergejolak dan kacau,” ujarnya, dikutip dari 9News, Rabu 22 April 2026.


Albanese menambahkan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri. 

“Yang bisa kita lakukan di Australia adalah melakukan segala yang kita bisa untuk mengamankan pasokan… dan itulah yang sedang kami lakukan,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah Australia telah memutuskan untuk memangkas pajak bahan bakar hingga setengahnya sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak dunia. Kebijakan ini berlaku mulai 1 April hingga 30 Juni, dan diambil saat harga minyak mentah global melonjak akibat konflik di Timur Tengah.

Pemotongan pajak tersebut membuat harga bensin turun sekitar 26,3 sen Australia per liter. Artinya, pengendara bisa menghemat hampir 19 Dolar Australia untuk satu kali pengisian penuh tangki berkapasitas 65 liter. 

Langkah ini diambil karena pemerintah menyadari tekanan biaya hidup yang dirasakan masyarakat semakin berat, terutama akibat kenaikan harga energi global. Selain itu, pemerintah juga menangguhkan pungutan untuk kendaraan berat selama tiga bulan guna membantu sektor logistik.

Namun, dampak kebijakan ini dinilai tidak akan sepenuhnya mengimbangi kenaikan harga bahan bakar. Pasalnya, lonjakan harga minyak dunia menjadi faktor utama yang mendorong mahalnya bensin, bukan semata-mata pajak.

Di sisi lain, Australia juga menghadapi tantangan besar karena masih bergantung pada impor untuk sebagian besar kebutuhan bahan bakar olahan. Kondisi ini membuat harga energi di dalam negeri sangat rentan terhadap gejolak global.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya