Berita

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Foto: RMOL (Foto: Hani Fathunnisa)

Politik

Bahlil Dinilai Picu Kontroversi, Sorotan bagi Pemerintahan Prabowo

SELASA, 21 APRIL 2026 | 14:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Keberadaan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dinilai menjadi sorotan dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif Ethical, Hasyibulloh Mulyawan, menilai sejumlah kebijakan yang dikeluarkan Bahlil sejak awal pemerintahan kerap memicu kontroversi.

Ia menyoroti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta gas elpiji non-subsidi yang dinilai berpotensi menimbulkan dampak langsung bagi masyarakat.


“Hal ini bisa menurunkan kepercayaan publik kepada pemerintah,” ujar Hasyibulloh kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Selasa 21 April 2026.

Menurutnya, tingkat kepercayaan publik juga sangat dipengaruhi oleh konsistensi antara pernyataan dan realisasi kebijakan dari para pembantu presiden. Namun, ia menilai terdapat ketidaksesuaian antara pernyataan dan kebijakan yang diambil.

“Ini tidak konsisten dan terkesan menterinya ‘tricky’ terhadap rakyatnya sendiri,” tuturnya.

Selain itu, Hasyibulloh juga menyoroti kenaikan harga BBM dan gas elpiji non-subsidi yang dinilai tidak diumumkan secara terbuka, sehingga terkesan tidak transparan.

“Kebijakan publik di sektor energi diambil secara diam-diam, padahal dampaknya besar terhadap kondisi ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, dampak kebijakan tersebut terutama akan dirasakan oleh kelompok kelas menengah dan masyarakat bawah yang paling terdampak secara langsung.

“Khususnya bagi kelas menengah dan masyarakat bawah yang menerima imbas paling besar,” pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya