Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Warga Australia Diimbau Tarik Uang di ATM, Ini Alasannya

SELASA, 21 APRIL 2026 | 13:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Warga Australia diimbau untuk menarik uang tunai dari ATM pada Selasa, 28 April mendatang, untuk menjaga keberlangsungan penggunaannya di tengah tren pembayaran digital yang kian mendominasi.

Data terbaru dari Reserve Bank of Australia (RBA) menunjukkan bahwa setelah sempat terus menurun, penggunaan uang tunai kini mulai stabil. Sepanjang 2025, sekitar 15 persen transaksi masih dilakukan secara tunai, dan setengah dari warga Australia tercatat masih menggunakannya setidaknya sekali dalam seminggu.

RBA juga menemukan bahwa uang tunai masih banyak digunakan oleh lansia, masyarakat berpenghasilan rendah, serta warga di daerah pedesaan. Meski begitu, sebagian besar orang hanya menyimpan uang tunai dalam jumlah kecil, rata-rata sekitar 65 Dolar Australia, biasanya untuk keperluan darurat.


Menurut laporan tersebut, uang tunai masih memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Bahkan, pemerintah Australia telah mewajibkan pelaku usaha untuk tetap menerima pembayaran tunai, khususnya untuk kebutuhan penting.

"Kemampuan untuk menggunakan uang tunai tetap sangat dihargai oleh banyak warga Australia," kata studi RBA tersebut, dikutip dari 9News, Selasa 21 April 2026.

Untuk memperkuat dukungan terhadap uang tunai, digelar “Hari Penarikan Uang Tunai” pada 28 April. Kegiatan ini juga menyoroti berkurangnya layanan perbankan, terutama di wilayah pedesaan.

CEO Asosiasi Lansia Nasional, Chris Grice, menegaskan pentingnya akses uang tunai bagi masyarakat. 

Ia menyampaikan pesan tegas, “Gunakan atau kehilangan,” sebagai peringatan bahwa jika uang tunai semakin jarang dipakai, maka keberadaannya bisa perlahan menghilang dari sistem ekonomi.

"Para pengguna uang tunai di seluruh negeri seharusnya merasa terhibur dengan berita yang membuktikan bahwa uang tunai masih memiliki tempat yang kuat dalam perekonomian," ujarnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya