Berita

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf (Kanan) bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir (Kiri). (Foto: Humas PKS)

Politik

PKS Akui Belajar Banyak dari Muhammadiyah

SELASA, 21 APRIL 2026 | 12:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf, melakukan kunjungan ke Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Yogyakarta Senin sore, 20 April 2026. Kedatangan jajaran pimpinan PKS disambut langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir.

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Silaturahmi Kebangsaan yang merupakan tradisi PKS untuk memperkuat sinergi antara partai politik dan organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam membangun narasi kebangsaan.

Almuzzammil Yusuf menyebut PKS memandang Muhammadiyah sebagai organisasi senior dalam pengabdian di tanah air. Dengan usia Muhammadiyah yang mencapai 114 tahun (sejak 1912), PKS merasa perlu menyerap banyak ilmu dari kemapanan ormas tersebut.


"Kami ingin belajar dari Muhammadiyah yang usianya 90 tahun lebih awal dari PKS, organisasi yang telah sangat mapan dan konsisten bergerak di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, hingga ekonomi. Alhamdulillah ini menjadi kunjungan yang sangat berharga," ujar Almuzzammil usai pertemuan.

Selain silaturahmi, diskusi tersebut juga menyentuh isu-isu strategis nasional. PKS mengajak Muhammadiyah agar bersama-sama mengembangkan politik wacana bersama partai-partai islam yang lain untuk membangun narasi berbangsa dan bernegara yang secara harmonis memadukan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

PKS menegaskan komitmennya untuk terbuka terhadap kritik dan saran dari para tokoh bangsa guna memastikan langkah partai tetap selaras dengan kebutuhan rakyat. 

"Alhamdulillah, kami mendapatkan banyak saran dan masukan kebangsaan dari Muhammadiyah. Insyaallah, safari ini akan kami lanjutkan ke ormas-ormas lainnya," tambah Almuzzammil.

Pertemuan ini diharapkan menjadi pemantik sinergi yang lebih erat antara elemen politik dan sosial dalam mengawal agenda strategis nasional demi kemajuan Indonesia.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya