Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Bos BEI Buka Suara Usai MSCI Bekukan Rebalancing Saham RI

SELASA, 21 APRIL 2026 | 11:34 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara soal keputusan MSCI Inc. yang membekukan penyesuaian indeks saham Indonesia periode Mei 2026 pada Selasa, 21 April 2026.

PJS Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya telah lebih dulu bertemu dengan MSCI pada 16 April 2026 untuk membahas sejumlah usulan terkait peningkatan kualitas pasar modal domestik.

“Merespon announcement dari MSCI hari ini, dapat kami sampaikan kami telah bertemu dengan MSCI tanggal 16 April,” kata Jeffrey dalam keterangannya.


Dalam pertemuan tersebut, BEI bersama self-regulatory organization (SRO) lainnya, kata Jeffrey telah mengajukan empat proposal yang kini tengah dipertimbangkan oleh MSCI.

Menurutnya, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan MSCI dan investor global untuk memastikan reformasi yang sedang ditempuh dapat meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata dunia.

“Kami akan terus berkomunikasi dengan index provider. Kami juga akan terus berkomunikasi dengan investor global untuk memperoleh masukan untuk penguatan pasar modal ke depan,” tuturnya.

Sebelumnya, MSCI memutuskan menahan penyesuaian indeks saham Indonesia dalam review Mei 2026. 

Kebijakan ini mencakup pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), penambahan saham baru, hingga kenaikan kelas kapitalisasi.

Langkah tersebut diambil MSCI yang kini masih mengkaji dampak reformasi transparansi pasar modal Indonesia, termasuk terkait data free float dan struktur kepemilikan saham.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya