Berita

Ilustrasi pergerakan saham. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

MSCI Kembali Bekukan Rebalancing Saham Indonesia, IHSG Langsung Tergelincir

SELASA, 21 APRIL 2026 | 10:01 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Penyedia indeks global MSCI Inc. tengah memcermati dampak reformasi pasar modal Indonesia dengan membekukan kajian atau review konstituen saham dari Indonesia dalam rebalancing periode Mei 2026.

Pengkajian ini muncul setelah regulator dan infrastruktur pasar seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) merilis paket kebijakan baru.

Dalam pengumuman terbaru, beberapa poin yang disorot MSCI antara lain kewajiban keterbukaan kepemilikan saham di atas 1 persen, pengelompokan investor yang lebih detail, penerapan skema High Shareholding Concentration (HSC), hingga rencana kenaikan ambang minimal free float ke level 15 persen.


"Seiring dengan proses evaluasi tersebut, MSCI memastikan akan mempertahankan perlakuan sementara terhadap saham-saham Indonesia pada peninjauan indeks Mei 2026," tulis MSCI dalam pengumumannya, Selasa 21 April 2026.

Dengan keputusan tersebut maka MSCI memutuskan membekukan sejumlah penyesuaian penting, di antaranya tidak ada penambahan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), tidak ada peningkatan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham beredar (NOS).

Tak hanya itu, MSCI juga menahan kenaikan kelas kapitalisasi, termasuk dari Small Cap ke Standard Index. Sebaliknya, saham yang dinilai memiliki kepemilikan terlalu terkonsentrasi dalam kerangka HSC justru berisiko tersingkir dari indeks.

Meski begitu, MSCI memberi sinyal akan memanfaatkan data keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen untuk memperbaiki estimasi free float bila diperlukan. Namun data tersebut belum akan diintegrasikan penuh sebelum kajian tuntas dan masukan pasar terkumpul.

“Pendekatan ini bertujuan membatasi perputaran indeks dan risiko investability, sekaligus memberi waktu untuk mengevaluasi efektivitas reformasi yang baru diumumkan,” tulis MSCI.

Sebelumnya, pada Januari lalu, MSCI sempat memberikan peringatan bahwa Indonesia berpotensi mengalami penurunan status dari pasar emerging menjadi frontier. Isu utama yang disorot adalah transparansi kepemilikan dan aktivitas perdagangan saham.

Ke depan, MSCI akan terus berdialog dengan regulator dan pelaku pasar domestik guna menguji konsistensi serta efektivitas data baru tersebut. Hasil lanjutan evaluasi ini dijadwalkan muncul dalam Market Accessibility Review pada Juni 2026.

Setelah keputusan tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung tergelincir 33,82 poin atau 0,45 persen ke posisi 7.560 pada pembukaan perdagangan pagi ini. 

Berdasarkan data BEI, hingga pukul 09.40 WIB, indeks terus turun 0,61 persen ke 7.547 hari ini.

Tekanan jual terlihat mendominasi sejak awal sesi. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 308 saham melemah, 270 saham menguat dan 162 saham lainnya bergerak stagnan. 

Volume transaksi tercatat mencapai 11,8 miliar saham dengan nilai Rp4,5 triliun, serta frekuensi 684.834 kali.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya