Berita

Presiden AS Donald Trump (Foto: Alabama Reflector)

Dunia

Trump Tolak Cabut Blokade Hormuz Sebelum Iran Tunduk

SELASA, 21 APRIL 2026 | 09:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran sebelum tercapai kesepakatan dengan Teheran. 

Pernyataan keras ini muncul di tengah ketidakpastian kelanjutan perundingan damai antara kedua negara yang masih diliputi ketegangan tinggi.

Trump menyebut langkah blokade yang telah berlangsung selama sepekan sebagai pukulan telak bagi Iran. 


“Blokade yang dimulai seminggu lalu ini benar-benar menghancurkan Iran," tulisnya di Truth Social, Senin, 20 April 2026, seraya menambahkan bahwa Amerika Serikat tengah memenangkan konflik dengan keunggulan yang sangat besar. 

Situasi semakin genting menjelang berakhirnya gencatan senjata sementara antara kedua negara yang dijadwalkan pada Rabu. 

Namun hingga kini belum ada kepastian apakah putaran kedua pembicaraan damai akan digelar di Islamabad, Pakistan.

Di lapangan, militer AS terus memperketat blokade. Komando Pusat AS mencatat sebanyak 27 kapal telah diarahkan untuk berbalik atau kembali ke pelabuhan Iran sejak operasi dimulai. 

Bahkan, AS juga mencegat dan menyita kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menembus blokade, memicu kemarahan Teheran yang menyebutnya sebagai tindakan pembajakan serta pelanggaran terhadap gencatan senjata yang rapuh.

Sementara itu, Iran tetap mempertahankan blokadenya di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia, selama hampir dua bulan. 

Penutupan jalur ini sempat dibuka singkat, namun kembali ditutup setelah muncul laporan adanya kapal, termasuk tanker, yang menjadi sasaran di sekitar wilayah tersebut.

Trump menuding Iran telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Di sisi lain, Iran bersikeras tidak akan membuka jalur strategis itu hingga AS menghentikan blokade terhadap pelabuhannya.

Di tengah tarik-ulur tersebut, peluang perundingan masih belum pasti. Wakil Presiden AS JD Vance disebut akan memimpin delegasi ke Pakistan.

Sementara Teheran menyatakan hingga kini belum memiliki rencana untuk menghadiri pembicaraan, membuat masa depan diplomasi kedua negara tetap berada di ujung ketidakpastian.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya