Berita

Kedubes AS di Baghdad (Foto: Anadolu News)

Dunia

Situasi Memanas, AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Irak

SELASA, 21 APRIL 2026 | 09:16 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Amerika Serikat melalui Kedutaan Besarnya di Baghdad mengeluarkan peringatan keras terkait kondisi keamanan di Irak yang kian memburuk. 

Seluruh warga negara AS yang berada di negara tersebut diminta untuk segera meninggalkan wilayah itu secepat mungkin.

Dalam peringatan keamanan terbaru yang dirilis pada Senin, 20 April 2026, Kedubes AS menegaskan situasi di Irak tidak lagi aman untuk perjalanan maupun aktivitas warga sipil. 


“Jangan bepergian ke Irak dengan alasan apa pun. Pergilah sekarang jika Anda berada di sana,” demikian bunyi peringatan resmi tersebut, seperti dikutip dari Middle East Monitor.

Kedutaan juga mengungkapkan adanya ancaman nyata dari kelompok milisi yang berafiliasi dengan Iran. 

Kelompok-kelompok ini disebut terus merancang serangan lanjutan yang menargetkan warga negara AS serta berbagai kepentingan Amerika di seluruh wilayah Irak, termasuk kawasan utara.

Lebih jauh, Kedubes AS menyoroti adanya dugaan dukungan dari unsur tertentu di dalam pemerintahan Irak terhadap kelompok bersenjata tersebut. 

Beberapa elemen yang terkait dengan pemerintah Irak terus secara aktif memberikan perlindungan politik, keuangan, dan operasional bagi milisi teroris ini," tegas pernyataan itu.

Meski ruang udara Irak telah kembali dibuka dan sejumlah penerbangan komersial mulai beroperasi secara terbatas, risiko keamanan dinilai masih sangat tinggi. 

Ancaman serangan dengan rudal, drone, dan roket disebut masih membayangi, sehingga warga AS diminta mempertimbangkan secara matang setiap rencana perjalanan.

Dalam kondisi genting ini, Kedubes AS juga melarang warganya mendatangi fasilitas diplomatik secara langsung. 

“Jangan mencoba datang ke Kedutaan Besar di Baghdad atau Konsulat Jenderal di Erbil mengingat risiko keamanan yang signifikan,” lanjut peringatan tersebut, seraya menyarankan komunikasi dilakukan melalui jalur elektronik.

Peringatan ini tak lepas dari meningkatnya eskalasi konflik di kawasan setelah serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke sejumlah target di kawasan. 

Meski sempat terjadi gencatan senjata dua pekan sejak 8 April yang dimediasi Pakistan, situasi di Timur Tengah hingga kini masih diliputi ketegangan tinggi.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya